Sholat Gerhana Bulan: Niat, Rakaat, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pelajari tata cara sholat gerhana bulan lengkap dengan niat dan jumlah rakaatnya.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Sholat Gerhana Bulan: Niat, Rakaat, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Ilustrasi gerhana bulan total. (Sumber foto: unsplash.com) (© 2025 Liputan6.com)

Pada tanggal 13 hingga 14 Maret 2025, akan terjadi fenomena alam yang menarik, yaitu Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan bulan Ramadan. Fenomena ini sering disebut sebagai Bulan Darah (Blood Moon) karena warna merah yang muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Peristiwa ini menarik perhatian bukan hanya dari kalangan astronom, tetapi juga dari umat Islam. Dalam ajaran Islam, gerhana bulan merupakan momen yang disunnahkan untuk melaksanakan sholat gerhana atau sholat khusuf.

Sholat gerhana adalah ibadah sunnah yang dilakukan ketika terjadi gerhana, baik itu gerhana matahari maupun gerhana bulan. Berbeda dengan sholat sunnah yang lainnya, sholat gerhana memiliki tata cara khusus yang membuatnya unik. Sholat ini dilaksanakan secara berjamaah dan diakhiri dengan khutbah yang berisi ajakan untuk berzikir, berdoa, dan bersedekah.

Lantas, bagaimana seharusnya melaksanakan sholat gerhana bulan dengan benar? Berapa jumlah rakaat yang harus dikerjakan dan apa saja bacaan niat yang diperlukan? Berikut adalah panduan lengkapnya, dirangkum oleh Merdeka.com pada Kamis (13/3).

Apa Itu Sholat Gerhana Bulan dan Hukumnya?

Melansir dari jateng.kemenag.go.id, sholat gerhana bulan merupakan ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam pada saat terjadinya gerhana bulan. Dalam konteks Islam, sholat ini dikenal dengan istilah Sholat Khusuf, sementara sholat yang dilakukan saat gerhana matahari disebut Sholat Kusuf.

Meskipun sholat ini tidak diwajibkan, namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan sebagai pengingat akan kebesaran-Nya. Pelaksanaan sholat gerhana biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid atau di tempat terbuka, tetapi umat Islam juga diperbolehkan untuk melaksanakannya secara individu.

Setelah menyelesaikan sholat, sangat dianjurkan untuk mengadakan khutbah yang mengingatkan umat agar banyak beristighfar, berdoa, dan memperbanyak amalan kebaikan seperti sedekah.

Niat dan Jumlah Rakaat Sholat Gerhana

Sholat gerhana bulan dilaksanakan dengan dua rakaat, namun terdapat perbedaan dalam jumlah ruku' jika dibandingkan dengan sholat sunnah lainnya. Pada pelaksanaan dua rakaat sholat gerhana, jamaah akan melakukan empat kali ruku' dan membaca surat Al-Fatihah sebanyak empat kali.

Niat Sholat Gerhana Bulan

Niat sholat gerhana dapat diucapkan dalam hati sebelum memulai sholat. Berikut bacaan niatnya:

Sebagai Imam:

"Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ."

(Saya berniat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.)

Sebagai Makmum:

"Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini makmûman lillâhi ta‘âlâ."

(Saya berniat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.)

Niat ini diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram. Setelah niat, sholat gerhana dilakukan dengan urutan tertentu sebagaimana dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan 2 Rakaat Lengkap dengan 2 Ruku'

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan, Niat dan Jumlah Rakaatnya
Ilustrasi gerhana bulan total. (Sumber foto: unsplash.com) © 2025 Liputan6.com

Berikut adalah prosedur pelaksanaan sholat gerhana bulan yang sesuai dengan petunjuk yang ada:

  1. Diawali dengan takbiratul ihram, yaitu mengucapkan takbir seperti dalam sholat biasa.
  2. Setelah itu, bacalah doa iftitah dan berta’awudz, kemudian lanjutkan dengan membaca Al-Fatihah diikuti dengan surat yang lebih panjang, seperti Al-Baqarah, dengan suara yang dikeraskan.
  3. Ruku' pertama dilakukan dengan waktu yang lebih lama.
  4. Setelah ruku', bangkit (i'tidal) sambil mengucapkan: “Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd.”
  5. Jangan langsung sujud, tetapi bacalah Al-Fatihah sekali lagi, lalu lanjutkan dengan membaca surat yang lebih pendek dari yang sebelumnya.
  6. Ruku' kedua dilakukan dengan lebih singkat dibandingkan ruku' pertama.
  7. Bangkit dari ruku' (i'tidal) seperti sebelumnya. Kemudian lakukan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kembali.
  8. Setelah itu, bangkit ke rakaat kedua dan ulangi langkah-langkah seperti pada rakaat pertama, tetapi dengan bacaan yang lebih singkat.
  9. Diakhiri dengan tasyahhud akhir dan salam.
  10. Setelah sholat selesai, sangat dianjurkan untuk memberikan khutbah yang mengajak umat untuk berdzikir, berdoa, dan bersedekah.

Sholat gerhana bulan sebaiknya dilaksanakan di masjid secara berjamaah. Namun, jika dalam keadaan tertentu tidak memungkinkan, sholat ini juga dapat dilakukan sendiri di rumah.

Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan

Setelah melaksanakan Salat Gerhana Bulan, disarankan untuk membaca doa yang memiliki makna pengagungan kepada Allah dan pengakuan akan kebesaran-Nya.

Doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah salam adalah:

Wama ya'zubu 'arrabbika min mitzqoli dzarratin fil ardli wa la fis samaa i wa la ashghara min dzalika wa man akbara illa fi kitaabim mubin.

Artinya: "Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

Selain doa tersebut, terdapat bacaan doa Salat Gerhana Bulan lainnya yang juga bisa diucapkan, yaitu:

"Alhamdulillah hamdan daaiman toohiron thoyyiban mubarokan fiih. Mil'ussamawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa baina huma, wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du. Ahaqqo maa qoolal abdu, wa kunna laka abdun."

Artinya: "Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba."

Amalan Sunnah Saat Gerhana

Selain melaksanakan sholat gerhana, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah saat terjadi gerhana, di antaranya:

  1. Berdzikir dan beristighfar sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
  2. Berdoa untuk memohon perlindungan dan keberkahan.
  3. Bersedekah, karena dalam khutbah setelah sholat gerhana, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah.
  4. Membaca Al-Qur’an sebagai bentuk ibadah tambahan.

Fenomena Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025 di Bulan Ramadan

Pada tanggal 13 hingga 14 Maret 2025, masyarakat akan menyaksikan sebuah fenomena alam yang menarik, yaitu Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan bulan Ramadan. Fenomena ini terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan dalam satu garis lurus, sehingga seluruh permukaan Bulan akan tertutup oleh bayangan Bumi.

Fenomena ini sering disebut sebagai Bulan Darah (Blood Moon) karena selama gerhana, Bulan akan terlihat berwarna merah akibat pembiasan cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi. Berdasarkan informasi yang beredar, gerhana ini diperkirakan akan berlangsung hampir dua jam dan akan melewati beberapa fase, yaitu penumbra, sebagian, dan total.

Sayangnya, bagi masyarakat Indonesia, gerhana ini tidak dapat disaksikan secara langsung karena faktor geografis dan waktu terjadinya yang tidak mendukung. Meskipun demikian, masyarakat tetap dapat menikmati momen ini melalui siaran langsung yang biasanya disediakan oleh berbagai lembaga astronomi dan observatorium.

People Also Ask

1. Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat gerhana?

Sholat gerhana dilakukan saat gerhana masih berlangsung. Sholat ini tidak dapat dilakukan sebelum atau sesudah gerhana terjadi.

2. Apakah sholat gerhana harus berjamaah?

Sholat gerhana dianjurkan dilakukan berjamaah di masjid, tetapi bisa juga dilakukan sendiri jika tidak memungkinkan.

3. Apakah sholat gerhana wajib?

Tidak, sholat gerhana adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.

4. Apakah ada perbedaan sholat gerhana bulan dan matahari?

Ya, perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaan dan bacaan. Sholat gerhana bulan dilakukan saat malam hari dan dengan bacaan jahr (keras), sedangkan sholat gerhana matahari dilakukan siang hari dengan bacaan sirr (pelan).

Rekomendasi