Terdakwa kejahatan perang dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengubah rute terbangnya saat menuju Washington, Amerika Serikat (AS) karena takut ditangkap setelah Mahkamah Internasional mengumumkan surat perintah penangkapannya. Hal ini dilaporkan koran Israel berbahasa Ibrani, Maariv.
Mengutip sejumlah sumber, Maariv melaporkan pada Senin, pesawat tersebut mengambil rute tidak biasa untuk mencapai Washington untuk menghindari memasuki wilayah udara negara-negara yang telah menyatakan akan menerapkan surat perintah penangkapan terhadapnya jika masuk ke negara tersebut. Pesawat yang membawa Netanyahu menghindari wilayah udara sejumlah negara Eropa.
Beberapa media juga mengonfirmasi Netanyahu terpaksa mengambil jalan memutar untuk sampai ke Washington, seperti dikutip dari laman Press TV, Selasa (4/2).
Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mendakwa Netanyahu atas kejahatan perang dan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, pada November tahun lalu. Perang genosida Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 61.000 warga Palestina. Perang berlangsung selama 471 hari, sejak 7 Oktober 2023 sampai 19 Januari 2025.
Netanyahu tiba di Washington pada Minggu sore untuk bertemu Presiden Donald Trump dan pejabat pemerintah lainnya. Sejumlah negara dan organisasi hak asasi manusia mengecam AS atas kunjungan Netanyahu ini. Netanyahu dan Trump dijadwalkan bertemu pada Selasa (4/2).