Kremlin: Putin Tidak Ada Rencana Ucapkan Selamat Kepada Donald Trump

Kremlin menyatakan bahwa Rusia akan secara hati-hati mengawasi informasi terkait pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Kremlin: Putin Tidak Ada Rencana Ucapkan Selamat Kepada Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump (kanan) berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu di KTT G20, di Hamburg, Jerman (7/7). Pertemuan pemimpin negara adidaya ini untuk memperbaiki hu (© 2025 Liputan6.com)

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak memiliki niatan untuk mengucapkan selamat kepada Donald Trump, yang berhasil meraih suara elektoral dan suara populer dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS).

"Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berencana memberi selamat kepada Donald Trump," ungkap Dmitry Peskov, yang dikutip dari laman CNN, pada Rabu (6/11/2024). Ia menambahkan, "Jangan lupa bahwa kita berbicara tentang negara yang tidak bersahabat secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam perang melawan negara kita."

Menurut Peskov, Rusia dengan seksama memantau perkembangan terkait Pilpres AS dan tidak mungkin memberikan penilaian resmi pada saat ini. "Masih ada beberapa hal yang harus dilakukan, mengingat presiden AS saat ini akan tetap menjabat selama hampir satu setengah bulan lagi," lanjut Peskov dalam konferensi pers rutin. Hal ini menunjukkan bahwa Rusia tetap berhati-hati dalam menanggapi situasi politik di Amerika Serikat, terutama dalam konteks hubungan internasional yang rumit antara kedua negara.

Kebijakan yang diterapkan oleh Trump

Trump dan Putin Bertemu 3 Jam, Keputusan Akhir Ada di Tangan Presiden Ukraina
Presiden AS, Donald Trump (kanan) berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu di KTT G20, di Hamburg, Jerman (7/7). Pertemuan pemimpin negara adidaya ini untuk memperbaiki hu © 2025 Liputan6.com

Peskov menekankan pernyataan penting yang diungkapkan oleh Trump, termasuk keinginan yang diidentifikasi oleh Kremlin untuk menghentikan kebijakan yang ada demi mengakhiri perang yang berkepanjangan dan memulai yang baru.

"Saat dia bersiap memasuki, atau ketika sudah berada di dalam Ruang Oval, kami menyadari bahwa terkadang pernyataan yang disampaikan memiliki nada yang berbeda. Oleh karena itu, kami melakukan analisis secara mendalam, mengamati, dan akan menarik kesimpulan berdasarkan kata-kata serta tindakan tertentu," ungkap Peskov. "Kami telah berulang kali menyatakan bahwa AS memiliki kemampuan untuk membantu menyelesaikan konflik ini. Tentu saja, hal tersebut tidak dapat dicapai dalam waktu singkat."

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Trump merasa tersinggung karena tidak menerima ucapan selamat dari Putin, juru bicara Kremlin menambahkan, "Hampir tidak mungkin hubungan ini memburuk lebih jauh. Saat ini, hubungan kita berada pada titik terendah dalam sejarah."

Pernyataan ini menunjukkan betapa rumitnya dinamika hubungan internasional yang melibatkan kedua negara, dan bagaimana pernyataan serta tindakan dari masing-masing pemimpin dapat mempengaruhi situasi yang ada.

Rekomendasi