Pada 1999, sebuah pesawat yang seharusnya mendarat di Dallas, Amerika Serikat, diketahui melenceng ke arah Kanada tanpa persetujuan apa pun. Semua penumpang dari pesawat tersebut diduga tewas atau tidak sadarkan diri saat pesawat itu masih terbang.
Pesawat bertipe Learjet 35 yang diregistrasi sebagai N47BA merupakan pesawat pribadi yang ditumpangi oleh orang-orang penting.
Payne Stewart, seorang pemain golf legendaris; Robert Fraley, gelandang sepak bola; hingga van Arden, presiden dari agen golf Fraley, merupakan beberapa dari orang penting yang berada di pesawat itu.
Setelah lepas landas dari Orlando, Florida, pesawat itu direncanakan mendarat di Dallas dalam sebuah penerbangan yang akan memakan waktu tiga jam.
Penerbangan dari pesawat ini bermula lancar. Pesawat lepas landas menuju ketinggian 11.900 meter di atas permukaan laut, dan pilot melakukan kontak dengan pengontrol lalu lintas udara pada ketinggian 7.000 meter.
Advertisement
Tidak ada kerusakan
Enam menit berikutnya, pengontrol lalu lintas udara mulai kehilangan kontak akan pesawat N47BA tersebut. Setelah gagal dikontak beberapa kali, Angkatan Udara AS kemudian turun tangan mengerahkan F-16 untuk menyelidiki keberadaan pesawat itu.
Melalui inspeksi visual, Kolonel Olson sang pilot F-16 menyimpulkan pesawat tersebut tidak memiliki kerusakan apapun pada badannya dan masih terbang secara lurus.
Bagaimanapun, ia tidak dapat melihat keberadaan awak pesawat di kabin, dan kaca pesawat tampak berkabut yang diduga disebabkan oleh kondensasi atau es.
Setelah dikontak beberapa kali tanpa adanya jawaban, ada pertimbangan untuk menembak pesawat tersebut sebab diduga akan menabrak area padat hunian, meskipun tidak jadi terlaksana.
Pesawat itu kemudian perlahan menurunkan ketinggiannya, berputar secara spiral, dan terbang dalam kecepatan supersonik setelah mengudara hanya dengan cadangan bahan bakar selama empat setengah jam.
Advertisement
Tidak ada guncangan
Setelah berputar beberapa saat, pesawat ini kemudian jatuh menabrak dataran di South Dakota, menghancurkan seluruh bagian pesawat dan menewaskan seluruh penumpang.
Diduga terjadi depresurisasi (hilangnya tekanan udara tiba-tiba) di dalam kabin yang menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen secara perlahan dan menyebabkan hipoksia pada para penumpang.
Kekurangan oksigen dapat mengganggu proses kognitif manusia, hal tersebut dipercaya sebagai salah satu penyebab utama ketidaksadaran para penumpang di dalam kabin pesawat nahas tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab dari depresurisasi kabin dari pesawat itu. Rekaman kotak hitam juga tidak menyiratkan adanya guncangan pada pesawat saat terbang.
Setelah kontak terakhir dengan menara pemantau, para penumpang pesawat ini dipercaya tidak sadarkan diri dan kemudian tewas setelah pesawat jatuh menabrak daratan.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra