Ilmuwan melakukan pemindaian otak kepada tiga orang yang diduga sebagai zombie.
Dilansir dari IFL Science, awalnya muncul beberapa kasus orang mati kembali berjalan di pedalaman desa Haiti.
Dari kasus yang ada, peneliti melakukan pemindaian otak terhadap tiga mayat.
Peneliti memindai otak mereka menggunakan teknik elektroensefalografi dan pengujian DNA untuk mencoba dan menemukan penjelasan rasional.
Kasus pertama milik mayat seorang wanita yang meninggal pada usia 30 tahun.
Wanita ini disebut berjalan dengan langkah yang sangat lambat dan kaku serta kepala menunduk. Lengannya tidak bergerak sama sekali. Dia tidak bisa berkomunikasi dan hanya menggumamkan kata-kata yang tidak dimengerti.
Advertisement
Diracun
Setelah otaknya dipindai, pemeriksaan elektroensefalogram menunjukkan jika sistem saraf pusat wanita tersebut normal. Peneliti mendiagnosis adanya dugaan skizofrenia katatonik. Namun, hasil ini tidak dapat menjelaskan mengapa mayat ini kembali hidup.
Peneliti menduga jika wanita ini sebenarnya belum mati. Mungkin dia diracuni oleh penyihir kepercayaan setempat agar dianggap telah tiada. Pelaku yang bersalah kemudian mengeluarkan tubuhnya dari kuburan setelah otaknya rusak akibat kekurangan oksigen.
Kasus kedua milik mayat pria berusia 26 tahun yang terlihat di sabung ayam lokal 19 bulan setelah dimakamkan. Pria ini dilaporkan sebagai korban ilmu sihir oleh pamannya sendiri.
Pemeriksaan klinis mengatakan kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan ilmu supranatural. Pria itu didiagnosis menderita "sindrom otak organik dan epilepsi".
Lebih penting lagi, tes DNA mengungkap jika ini pria ini masih hidup.
Advertisement
Vodoo
Kasus ketiga milik seorang perempuan berusia 31 tahun yang diidentifikasi sebagai penduduk desa yang telah meninggal selama 13 tahun.
Namun, sekali lagi, pemeriksaan medis dan analisis genetik menunjukkan wanita ini bukanlah individu yang telah meninggal.
Mempertimbangkan dua contoh terakhir, penulis penelitian menyimpulkan bahwa kasus zombie ini muncul mungkin karena identifikasi yang salah dari orang asing yang mengembara, sakit jiwa, oleh kerabat yang berduka.
Di Haiti, terdapat kepercayaan vodoo yang mengatakan jika roh orang mati terkadang dapat ditangkap oleh penyihir yang disebut bokor. Penyihir ini kemudian menggunakan jiwa tersebut untuk menghidupkan kembali mayat baru menjadi zombie.
Reporter magang: Yobel Nathania