Kisah Cinta Legendaris Firaun Akhenaten & Nefertiti, Suka Bermesraan Depan Umum

Akhenaten adalah firaun Mesir yang berkuasa dari tahun 1353 SM sampai 1336 SM. Permaisuri utamanya adalah Nefertiti.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kisah Cinta Legendaris Firaun Akhenaten & Nefertiti, Suka Bermesraan Depan Umum
Relief menggambarkan Firaun Akhenaten dan Nefertiti beserta tiga putrinya. ©New World Encyclopedia

Akhenaten adalah firaun Mesir yang berkuasa dari tahun 1353 SM sampai 1336 SM. Permaisuri utamanya adalah Nefertiti.

Nefertiti dikenal sebagai Penguasa Nil dan Putri Para Dewa, Nefertiti memiliki pengaruh kuat dan menyandang status yang sama dengan firaun atau setara ratu.

Nefertiti juga dikenal di seluruh Mesir karena kecantikannya. Dia disebut sangat bangga dengan lehernya yang panjang seperti angsa dan memiliki riasan khas menggunakan tanaman Galena. Namanya berasal dari kata 'nefer', sejenis manik emas memanjang, yang sering dipakainya.

Nefertiti juga dikenal sebagai mertua dan ibu tiri Firaun Tutankhamun. Orang tuanya tidak diketahui secara pasti, tapi dia diyakini putri dari Ay, firaun setelah Tutankhamun. Dia punya adik perempuan, Moutnemendjet.

Dikutip dari Ancient Origins, Senin (24/4), Nefertiti menikah dengan Akhenaten atau dikenal juga dengan nama Amenhotep IV sekitar tahun 1357 SM dan diangkat menjadi ratu. Sejumlah relief menggambarkan kemesraan pasangan ini seperti naik kereta kencana berdua, berciuman di depan umum, saling pangku, sehingga para ahli menyebut hubungan mereka sangat tulus berdasarkan cinta.

Kisah cinta legendaris ini juga tertulis dalam hieroglif di nekropolis Amarna. Firaun Akhenaten bahkan menulis puisi cinta untuk Nefertiti yang berbunyi:

"Dan sang Pewaris, Terhebat dalam Istana, Putih Wajahnya, Dihiasi Bulu-Bulu, Kekasih Kebahagiaan, yang Diberkati Kenikmatan, yang mendengar suaranya membuat Raja bergembira, Istri Utama Raja, kesayangannya, Putri Dua Negeri, Neferneferuaten-Nefertiti, Semoga dia hidup Selamanya dan Selalu..."

Nefertiti dan Akhenaten dikaruniai enam putri, dua di antaranya menjadi ratu Mesir: Meritaten (diyakini menjabat sebagai ratu ayahnya), Meketaten, Ankhesenpaaten/Ankhesenamen (ratu firaun Tutankhamun), Neferneferuaten Tasherit, Neferneferure, dan Setepenre.

Rekomendasi