Seorang ilmuwan China mengklaim virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 mungkin berasal dari manusia.
Temuan terbaru ini disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada Sabtu (8/04).
Dilansir dari Anadolu, konferensi tersebut diadakan oleh Kantor Informasi Dewan Negara China untuk membahas temuan terbaru dalam pelacakan asal-usul virus.
Para ilmuwan dalam penelitian terbaru ini mengatakan jika varian yang ditemukan dalam sampel dari pasar makanan laut di Hunan, Wuhan, mungkin berasal dari manusia.
Peneliti tersebut menganalisis lebih dari 1300 sampel DNA yang dikumpulkan dari hewan dan lingkungan pasar makanan laut Wuhan.
Advertisement
Belum ada bukti
Sebanyak 457 sampel hewan telah diperiksa. Tidak ada satupun yang mengandung virus COVID-19.
Menurut profesor asal Universitas Teknologi Kimia Beijing, Tong Yigang, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan virus COVID-19 tidak berasal dari hewan.
“Temuan ini menunjukkan dalam kasus di pasaran, virus itu ditularkan dari orang lain, bukan dari hewan yang dijual,” kata Yigang.
Ia juga menambahkan belum ada bukti yang cukup untuk mendukung penelitian terbaru yang menyatakan bahwa virus COVID-19 berasal dari anjing rakun.
Selain itu, Yigang mengatakan tidak ada data tentang kemungkinan virus itu dibuat di laboratorium.
Kasus pertama pandemi COVID-19 dilaporkan di Kota Wuhan, pada Desember 2019. Kasus ini kemudian menyebar ke seluruh dunia dan merenggut jutaan nyawa.
Reporter magang: Yobel Nathania