Pernah Disebut dalam Literatur Kuno, Kota Mutiara Akhirnya Ditemukan di Lokasi Ini

Kota tersebut berasal dari akhir abad ke-6 M, sebelum Islam datang. Kota itu dahulu menjadi tempat dibangunnya biara kristen kuno yang ditemukan tahun lalu. Para arkeolog menyimpulkan jika sebagian besar penduduk kota itu beragama Kristen.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pernah Disebut dalam Literatur Kuno, Kota Mutiara Akhirnya Ditemukan di Lokasi Ini
kota mutiara di uea. ©Umm al-Quwain Department of Tourism and Archeology

Arkeolog menemukan kota mutiara pertama yang diketahui di Umm al-Quawin, Uni Emirat Arab. Kota ini berada di Pulau Siniyah, Teluk Persia.

Kota ini disebut "kota mutiara" karena memiliki sisa mutiara, sampah cangkang tiram, dan alat yang digunakan para penyelam untuk mencari mutiara di dasar laut.

"Ini adalah penemuan yang sangat penting bagi sejarah Umm al-Quawin, Uni Emirat Arab, dan Teluk Arab," ujar Departemen Pariwisata dan Arkeologi Umm Al-Quawin, dilansir dari Smithsonian Magazine.

Kota mutiara memang pernah disebutkan dalam literatur kuno. Namun, tidak pernah terkonfirmasi selama ini, hingga kota ini ditemukan.

Kota tersebut berasal dari akhir abad ke-6 M, sebelum Islam datang. Kota itu dahulu menjadi tempat dibangunnya biara kristen kuno yang ditemukan tahun lalu. Para arkeolog menyimpulkan jika sebagian besar penduduk kota itu beragama Kristen.

Selain itu, kota ini dianggap sebagai kota unggulan di daerah tersebut dan mungkin memiliki populasi masyarakat mencapai ribuan.

Ribuan bekas cangkang tiram

Seorang arkeolog asal Universitas UEA bernama Timothy Power mengatakan kota kuno tersebut adalah salah satu yang tertua dari jenis kota mutiara Khaleeji (kota yang berada di teluk).

"Ini adalah tatanan pemukiman yang berbeda; ini adalah kota yang layak," Kata Power.

Terdapat berbagai jenis tata letak rumah di kota mutiara tersebut. Ada rumah yang sempit diduga milik penyelam dan rumah dengan pekarangan lapang milik pedagang kaya yang menjual mutiara di seluruh wilayah.

Tata letak rumah yang berbeda dianggap sebagai stratifikasi sosial.

Selain bekas tata letak rumah, ditemukan ribuan bekas cangkang tiram di area tersebut. Peneliti menilai ini karena tidak semua tiram menghasilkan mutiara.

"Kamu hanya menemukan satu mutiara di setiap 10.000 cangkang tiram. Anda harus menemukan dan membuang ribuan cangkang tiram untuk menemukannya," ujar Power.

Mutiara tertua di dunia

Tak hanya mutiara, ada artefak lain yang ditemukan di situs tersebut. Ada pula pemberat selam yang membantu para nelayan agar bisa turun dengan cepat ke dasar laut.

Industri penyelaman mutiara adalah inti dari sejarah perdagangan dan pertukaran budaya di Teluk Persia.

Menurut Museum Australia Barat, praktik penjualan dan pencarian mutiara telah ada di Teluk Persia sejak ribuan tahun lalu.

Sebelumnya, pernah ditemukan mutiara tertua di dunia berusia 8000 tahun di Pulau Marawah, di Teluk Persia, di pantai lepas pantai Abu Dhabi. Penemuan ini menjadi bukti sejarah perdagangan mutiara di kawasan tersebut sejak era Neolitikum.

 

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi