Kepala Kepolisian Metro Nashville, John Drake, menegaskan Audrey Elizabeth Hale, penembak yang telah menewaskan enam orang di sekolah swasta Covenant School di AS, memiliki riwayat gangguan jiwa dan sedang berada dalam pengobatan.
Menurut hukum AS, senjata yang dibeli oleh penembak 28 tahun itu adalah sah. Hale diketahui telah melakukan kegiatan jual-beli senjata secara diam-diam saat ia mengalami gangguan mental.
Polisi menambahkan, orang tua Hale sebenarnya menyadari anaknya telah membeli senjata secara diam-diam. Hale diketahui menyembunyikan senjata yang dibelinya menggunakan tas merah besar. Hale tidak menggubris pertanyaan orang tuanya ketika ditanyakan mengenai tas merah tersebut.
"Orang tuanya merasa Hale tidak seharusnya memiliki senjata," ucap Drake, seperti dilansir CNN, Selasa (28/03).
Tiga dari senjata yang dimiliki Hale, AR-15, Kel-Tec SUB 2000, dan pistol digunakan dalam penembakan di sekolah swasta Covenant School.
Advertisement
Denah peta dan kamera pengawas
Juru bicara polisi, Don Aaron, menambahkan Hale memiliki tujuh senjata yang ia beli pada kurun waktu antara 20 Oktober 2020–6 Juni 2022.
Hale menggunakan tiga senjata tersebut untuk menembak mati tiga orang dewasa dan tiga murid, termasuk kepala sekolah. Polisi masih belum mengetahui motif penembakan Hale. Bagaimanapun, pihak kepolisian percaya bahwa tindakan ini telah direncanakan secara matang oleh Hale.
Dalam catatan manifestonya, Hale menuliskan selain sekolah, mall di dekat sekolah tersebut aka menjadi peluang target berikutnya. Manifestonya juga memuat denah peta dan kamera pengawas yang terletak di gedung sekolah tersebut.
Sebelum penembakan, Hale sempat mengirimkan pesan menakutkan kepada temannya. Hale diketahui mengirimkan beberapa pesan, seperti "aku berencana untuk mati hari ini," "suatu hari tindakanku pasti masuk akal," "aku telah menyisakan banyak barang bukti, sesuatu yang buruk akan terjadi," kepada temannya.
Advertisement
Penembakan ke-19
Setelah itu, Hale diketahui pergi ke Covenant School dan mulai menembak pintu kaca sekolah itu. Kamera pengawas sekolah juga menunjukkan ia sempat melepaskan tembakan ke berbagai titik di sekolah tersebut.
Penembakan ini merupakan penembakan ke-19 di institusi pendidikan AS pada tahun ini. Gubernur Negara Bagian Tennessee AS, Bill Lee, mengungkapkan rasa duka terhadap kejadian ini.
"Seluruh Negara Bagian Tennessee terluka," ucapnya.
"Satu hal yang bisa kita sama-sama sepakati adalah bahwa setiap nyawa manusia itu berharga," tambahnya. "Kita akan mencegah hal serupa terjadi kembali, kita harus mencegah kekejian ini untuk terulang kembali," tutup Lee.
Pihak kepolisian sempat baku tembak dengan Hale. Hale kemudian dinyatakan tewas setelah ditembak polisi.
Hale merupakan seorang lulusan Nossi College of Art and Design di Nashville. Setelah menyelesaikan studinya satu tahun lalu, ia bekerja sebagai pekerja lepas perancang grafis.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra