Bahaya Amuba Pemakan Otak, Satu Warga AS Tewas Setelah Terinfeksi

Seorang warga Florida, Amerika Serikat (AS) meninggal setelah terjangkit amuba pemakan otak yang langka.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Bahaya Amuba Pemakan Otak, Satu Warga AS Tewas Setelah Terinfeksi
Ilustrasi otak manusia. ©2012 Merdeka.com/shutterstock/Alex Mit

Amuba pemakan otak telah memakan korban jiwa. Seorang warga Florida, Amerika Serikat (AS) meninggal setelah terjangkit amuba pemakan otak yang langka, menurut keterangan pejabat pemerintah.

Pakar kesehatan di Charlotte County, Florida tenggara mengatakan korban tersebut kemungkinan terinfeksi amuba setelah membasuh hidungnya dengan air keran.

Para pejabat belum mengidentifikasi identitas korban, seperti dikutip dari BBC, Kamis (9/3).

Amuba bernama Naegleria fowleri itu menginfeksi otak melalui hidung. Menurut pejabat, minum air tidak berbahaya.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), infeksi amuba ini hampir selalu berakibat fatal.

Pada 23 Februari, Departemen Kesehatan Florida mengatakan seorang pasien terinfeksi setelah membasuh hidungnya dengan air keran. Pada Kamis pekan lalu, juru bicara departemen, Jae Williams mengonfirmasi pasien tersebut telah meninggal.

Williams mengatakan, para pejabat di sejumlah badan pemerintah melanjutkan penyelidikan bagaimana infeksi amuba ini terjadi.

Amuba biasanya hidup dalam air seperti di kolam renang, danau, dan kolam.

Amuba ini bisa menyebabkan infeksi parah jika menjangkiti manusia melalui hidung, tapi biasanya aman jika melalui mulut karena asam dalam perut bisa membunuh sel tunggal mikroorganisme.

Gejala yang dirasakan orang yang terinfeksi di antaranya sakit kepala, demam, mual, muntah-muntah, leher kaku, kehilangan keseimbangan, dan halusinasi.

Menurut CDC, sekitar tiga orang Amerika terinfeksi amuba ini setiap tahun, sering kali berakibat kematian.

Antara 1962 dan 2021, hanya empat dari 154 orang yang terinfeksi di AS yang selamat. Menurut data CDC, infeksi saat musim dingin sangat jarang terjadi.

Untuk menghindari infeksi, warga diminta jangan membasuh hidung dengan air keran. Lebih baik menggunakan air yang sudah dididihkan atau disterilisasi.

Warga juga diminta tidak membasuh hidungnya saat berada di kolam renang atau ketika mandi.

Rekomendasi