Atlet Catur Perempuan Iran Bertanding Tanpa Jilbab, Bentuk Protes ke Pemerintah

Unjuk rasa meluas di seluruh Iran sejak pertengahan September lalu, didorong kematian Mahsa Amini di penjara setelah ditangkap polisi syariah. Mahsa ditangkap karena dinilai memakai jilbab dengan tidak patut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Atlet Catur Perempuan Iran Bertanding Tanpa Jilbab, Bentuk Protes ke Pemerintah
Sara Khadem, atlet catur Iran di FIDE World Rapid and Blitz Chess Championships di Almaty, Kazakhsta. ©Lennart Ootes/FIDE/via Reuters

Pemain catur perempuan asal Iran, Sara Khadem mengikuti turnamen internasional tanpa memakai jilbab, menurut laporan sejumlah media. Ini merupakan penampilan atlet perempuan Iran terbaru yang tidak memakai jilbab saat mengikuti kompetisi sejak unjuk rasa anti pemerintah pecah di negara tersebut.

Unjuk rasa meluas di seluruh Iran sejak pertengahan September lalu, didorong kematian Mahsa Amini di penjara setelah ditangkap polisi syariah. Mahsa ditangkap karena dinilai memakai jilbab dengan tidak patut.

Dalam laporannya pada Senin, media berita Iran, Khabarvarzeshi dan Etemad mengatakan Sara Khadem bertanding di FIDE World Rapid and Blitz Chess Championships, Almaty, Kazakhstan, tanpa memakai jilbab.

Kedua media tersebut mengunggah foto Sara yang tidak memakai jilbab saat bertanding, dikutip dari Reuters, Rabu (28/12).

Di akun Instagram Sara, belum ada unggahan terkait turnamen tersebut. Dia juga belum menanggapi pesan yang dikiriman Reuters.

Sara lahir pada tahun 1997 dan juga dikenal dengan nama Sarasadat Khademalsharieh. Menurut Federasi Catur Internasional (ICF), dia berada di peringkat 804 di dunia.

Pada Oktober lalu, atlet panjat tebing Iran, Elnaz Rekabi juga tidak memakai jilbab saat bertanding di Korea Selatan. Tak lama, dia mengatakan jilbabnya jatuh tidak sengaja saat sedang bertanding.

Pada November, wakil menteri olahraga Iran, Maryam Kazemipour mengatakan beberapa atlet perempuan Iran bertindak melawan norma-norma Islam lalu meminta maaf atas tindakan mereka.

Saat bertanding di Piala Dunia di Qatar, tim nasional Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk dukungan terhadap para pengunjuk rasa.

Rekomendasi