Al-Qaidah merilis rekaman berdurasi 35 menit yang diklaim disampaikan pemimpin mereka, Ayman al-Zawahiri. Padahal Zawahiri diyakini terbunuh dalam penyerbuan pasukan Amerika Serikat pada Agustus lalu. Demikian diungkapkan kelompok intelijen SITE pada Jumat.
Dikutip dari The Straits Times, Minggu (25/12), rekaman itu tidak memiliki tanggal dan transkripsinya tidak secara jelas menyebutkan kapan rekaman itu dibuat.
Zawahiri tewas dalam serangan AS di Afghanistan tahun lalu, pukulan terbesar bagi Al-Qaidah sejak pendirinya Osama bin Laden tewas pada 2011.
Pejabat pemerintah AS mengatakan, Zawahiri telah bersembunyi bertahun-tahun, dan operasi untuk mencari keberadaannya dan membunuhnya merupakan hasil dari kerja keras dan kesabaran komunitas intelijen dan pemberantasan terorisme.
Sejak kematian Zawahiri, Al-Qaidah belum menetapkan penggantinya. Al-Qaeda belum menunjuk penggantinya. Tapi Saif al-Adel, seorang mantan perwira pasukan khusus Mesir yang misterius dan merupakan anggota penting Al-Qaidah, dipandang para ahli sebagai calon utama pengganti Zawahiri.
AS menawarkan hadiah sebesar USD10 juta atau Rp155 miliar bagi siapapun yang memiliki informasi keberadaan Saif al-Adel.