Kematian 200 Paus di Selandia Baru Bikin Bingung Ahli Kelautan

Insiden terdamparnya paus bukanlah hal baru di Selandia Baru. Bahkan negara itu memiliki tingkat tinggi terdamparnya paus. Seperti pada 2017, ketika sekitar 400 paus terdampar di wilayah Farewell Spit di bagian utara Pulau Selatan Selandia Baru.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kematian 200 Paus di Selandia Baru Bikin Bingung Ahli Kelautan
200 paus mati di selandia baru. ©Marty Melville/AFP

Lebih dari 200 paus pilot terdampar dan mati pantai Pulau Chatam, Selandia Baru. Pihak Departemen Konservasi Selandia Baru menjelaskan mereka tidak dapat memindahkan paus-paus itu kembali ke laut karena ancaman serangan hiu kepada paus dan manusia.

Insiden terdamparnya paus bukanlah hal baru di Selandia Baru. Bahkan negara itu memiliki tingkat tinggi terdamparnya paus. Seperti pada 2017, ketika sekitar 400 paus terdampar di wilayah Farewell Spit di bagian utara Pulau Selatan Selandia Baru.

Juga pada 1918, ketika sejumlah 1,000 paus mati karena terdampar di Pulau Chatam. Departemen Konservasi mengatakan peristiwa itu adalah salah satu insiden terbesar yang pernah terjadi.

Hingga kini para ahli kelautan belum mengetahui alasan di balik terdamparnya paus-paus di Pulau Chatam. Namun karena paus pilot adalah bagian dari keluarga lumba-lumba, maka terdamparnya ratusan paus pilot dapat terjadi karena mereka berada dalam kesulitan.

“Kepulauan Chatham adalah tempat yang menantang untuk terdampar, yang dikenal dengan hiu putih besar, pantai terpencil dan populasi penduduk kurang dari 800 orang,” jelas Project Jonah, kelompok penyelamatan hewan yang berbasis di Selandia Baru, seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/10).

Menurut Departemen Konservasi, beberapa dari paus itu berhasil bertahan hidup, namun beberapa di-eutanasia (dibunuh) secara manusiawi agar mencegah penderitaan berkelanjutan.

“Semua paus pilot yang terdampar sekarang sudah mati, dan tubuh mereka akan dibiarkan membusuk secara alami di lokasi,” jelas departemen itu.

Sebelumnya, dua minggu lalu, sekitar 200 paus juga terdampar mati di sebuah pantai di pantai barat Tasmania, Australia.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Rekomendasi