Program 100 Hari Gus Kikin: Rekonsiliasi ke Daerah, Ini Wilayah yang Didahulukan

Gus Kikin menargetkan rekonsiliasi ke daerah dalam 100 hari kerja dan bakal turun berkunjung. Papua disebut jadi prioritas awal. Ini rencana PBNU selengkapnya.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Program 100 Hari Gus Kikin: Rekonsiliasi ke Daerah, Ini Wilayah yang Didahulukan
Ketum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mematok program 100 hari kerja dengan fokus pada rekonsiliasi ke daerah-daerah melalui kunjungan langsung.

"Kita akan rekonsiliasi ke daerah-daerah," ujar Gus Kikin usai konferensi pers di Gedung PBNU Jalan Kramat, Jakarta, Rabu (30/6/2026).

Ia menyebut ada sejumlah wilayah yang menjadi prioritas awal, salah satunya Papua. "Ada beberapa beberapa daerah yang menjadi prioritas itu terutama di Papua. Itu mungkin kita akan dahulukan, kita perlu rekonsiliasi, kita konsolidasi. Nah, jadi itu yang menjadi prioritas kita," kata Gus Kikin.

Gus Kikin juga menyinggung komposisi kepengurusan PBNU yang memuat sosok lama, seperti Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. "Itu kan termasuk warga NU, itu memang dari orang tuanya pun juga sudah NU. Maka kemudian kita memang membangun kebersamaan. Jadi mulai dari seluruh kawasan lah di Indonesia ini. Maka oleh karena itu, semuanya kita akomodasi supaya kita bisa membangun kebersamaan nanti di masa yang akan datang," papar Gus Kikin.

Sementara itu, Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan tanggung jawab besar NU untuk membumikan ajaran Islam melalui kekuatan jamaah dan tata kelola organisasi yang baik. "Agama adalah tatanan hukum aturan berupa firman-firman Allah di dalam Alquran, diterjemahkan oleh Rasulullah saw yang berhubungan dengan af'alin mukalaf, perbuatan-perbuatan orang mukalaf," ucap dia.

Ia melanjutkan penekanan atas kewajiban setiap mukalaf. "Selama disebut mukalaf, maka dia terkena sorot daripada hukmullah atau khitabullah ini tadi. Min haitsu innahum mukalaf, selama dia mukalaf. Oleh karena itu, kita-kita ini mukalaf yang punya tanggung jawab untuk mensyiarkan, membumikan tatanan-tatanan Allah itu tadi," sambung KH Miftachul Akhyar.

KH Miftachul juga menyampaikan pandangannya tentang NU. "Saya yakin NU adalah miniatur Islam itu sendiri. Semua apa yang diutarakan oleh Islam, semua yang dikampanyekan oleh semua-semua yang diperintahkan dan dilarang oleh Islam kalau kita ini NU ini miniaturnya tentu turunan-turunannya harus ada badan Nahdlatul Ulama," tutur Rais Aam.

Seruan Kritik dan Dukungan, Komposisi Pengurus 2026–2031

Rais Aam menyampaikan, kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031 berjumlah 210 orang. Ke depan, PBNU juga akan membentuk berbagai lembaga dan badan yang diperkirakan melibatkan jauh lebih banyak pengurus untuk mengakomodasi besarnya organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia mengajak warga NU aktif menyampaikan masukan terhadap kinerja pengurus. "Mohon kritik, saran dan apresiasinya di dalam kita melaksanakan tugas-tugas. Jangan sungkan-sungkan kritik, tapi manakala ada kebaikan-kebaikan juga jangan sungkan kita diberikan apresiasi sebagai penyemangat, tasji, vitamin, strong-nya untuk terus kita melaksanakan tugas-tugas," kata dia.

KH Miftachul menutup dengan doa agar kerja organisasi mendapat ridha. "Semoga Allah meridhai ikhtiar ini, para muassis merasa senang dengan perjalanan organisasi, baik secara kultural maupun struktural, sehingga menjadi sumbangan besar bagi Indonesia menuju negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tutup KH Miftachul.

Rekomendasi