Menteri luar negeri Tuvalu Simon Kofe menyampaikan pidato konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) dengan berdiri setinggi lutut di tengah air laut untuk menunjukkan bagaimana negara di kepulauan Pasifik itu berada di garis depan perubahan iklim.
Dilansir dari laman CNN, Senin (8/11), foto Simon Kofe berdiri dengan setelan jas dan dasi di podium yang didirikan di laut, dengan kaki celana digulung, viral di media sosial. Foto itu menarik perhatian warga dunia tentang perjuangan Tuvalu menghadapi kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim.
"Pernyataan ini sesuai dengan situasi kehidupan nyata yang dihadapi Tuvalu karena dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut," kata Kofe dalam pesan videonya kepada forum KTT Perubahan Iklim PBB di Glasgow.
Video itu direkam oleh stasiun televisi TVBC di ujung Fongafale, sebuah pulau tempat ibu kota Funafuti, kata seorang pejabat pemerintah.
Video ini akan ditampilkan pada KTT iklim hari ini ketika para pemimpin daerah mendorong tindakan yang lebih agresif untuk membatasi dampak perubahan iklim.
Banyak negara penghasil polutan terbesar berjanji untuk mengintensifkan pengurangan karbon mereka selama beberapa dekade mendatang demi tercapainya emisi nol karbon bersih pada 2050.
Tetapi para pemimpin negara di Kepulauan Pasifik menuntut tindakan segera karena nasib keberadaan mereka dipertaruhkan.
Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma