Koran Militer China Serukan Rakyat Perangi Mata-Mata Amerika

Koran militer China menyerukan rakyat berperang bersama mengalahkan spionase Amerika setelah CIA membentuk unit baru yang didedikasikan untuk China.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Koran Militer China Serukan Rakyat Perangi Mata-Mata Amerika
bendera china dan as. ©AFP

Koran militer China menyerukan rakyat berperang bersama mengalahkan spionase Amerika setelah CIA membentuk unit baru yang didedikasikan untuk China.

Peresmian Pusat Misi China pada 7 Oktober, yang disebut Direktur CIA William Burns bertujuan untuk melawan ancaman geopolitik paling penting, viral di media sosial China.

Video yang tersebar secara meluas dalam beberapa hari terakhir tersebut mengklaim CIA merekrut operator berbahasa China yang memahami Bahasa Mandarin termasuk bahasa Kanton, Hakka, dan Shanghai.

Akun Weibo Koran Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), koran resmi pasukan bersenjata, menggambarkan CIA sebagai pasukan musuh asing.

“Badan intelijen AS, yang dengan sangat terang-terangan merekrut agen khusus, pasti memiliki metode lebih jahat dan tidak tanggung-tanggung di belakangnya,” tulis koran tersebut di akun Weibonya, dikutip dari South China Morning Post, Senin (18/10).

“Tak ada rubah licik bisa mengalahkan pemburu andal. Untuk meningkatkan keamanan nasional, kita hanya perlu percaya pada rakyat dan bergantung pada rakyat,” lanjutnya.

Koran ini juga menyerukan dukungan rakyat yang lebih besar dan mengatakan “perang rakyat” diperlukan untuk menjaga risiko intelijen dan “membuat mata-mata tidak mungkin beroperasi dan menyembunyikan diri”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian sebelumnya mengecam langkah CIA tersebut, menyebutnya semacam gejala mentalitas perang dingin.

Pembentukan CIA unit China ini di AS dipandang sebagai langkah untuk merefleksikan agenda kebijakan luar negeri Presiden Joe Biden. Tapi bagi Beijing, yang masih dihantui keruntuhan tiba-tiba Uni Soviet 30 tahun lalu, fokus baru CIA terhadap China tampaknya telah menguatkan ketakutannya akan "revolusi warna", nama yang diberikan untuk serangkaian pemberontakan rakyat di bekas republik Soviet lebih dari satu dekade lalu.

Pengumuman pembentukan unit China CIA itu hanya sehari setelah diplomat ternama China, Yang Jiechi bertemu Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan di Zurich untuk pertama kalinya dalam enam bulan di tengah pertanda mencairnya hubungan bilateral kedua negara.

Pihak berwenang China mewaspadai risiko spionase asing selama bertahun-tahun, melakukan tindakan keras dan mengajak masyarakat membantu melaporkan aktivitas mata-mata yang mencurigakan.

Kementerian Keamanan Negara menyampaikan pada Agustus tahun lalu, ada peningkatan tujuh kali lipat kasus mata-mata ekonomi dan keuangan dibandingkan lima tahun sebelumnya. Pembentukan Pusat Misi China juga diyakini dipicu kekhawatiran China meningkatkan aktivitas spionasenya di AS dan untuk melawan kritik aktivitas CIA di China.

Rekomendasi