Di tengah rendahnya angka vaksinasi petugas kesehatan dan setelah penghuni panti jompo di wilayah Landes, Prancis terinfeksi virus corona varian Delta, pemerintah Prancis berencana mewajibkan vaksinasi untuk mereka yang bekerja di sektor kesehatan.
Untuk mencegah insiden serupa di masa yang akan datang, sedang disusun undang-undang yang mengharuskan mereka yang bekerja di rumah sakit atau panti jompo divaksinasi Covid-19. Pada Rabu, Perdana Menteri Jean Castex mengatakan pihaknya akan memulai konsultasi tentang masalah ini "dalam beberapa hari mendatang".
“Saya, seperti semua orang Prancis, terkejut ketika kita melihat epidemi muncul kembali melalui mereka yang memiliki tugas untuk melindungi dan merawat,” jelas Castex, dikutip dari France 24, Senin (5/7).
"Ini tidak bisa di terima,” lanjutnya.
Di klaster panti jompo, 23 penghuni dan enam staf terinfeksi varian virus corona. Dari 23 penghuni, 21 orang yang telah divaksinasi penuh. Sebanyak 19 orang terinfeksi varian Delta. Tiga penghuni dirawat inap, tapi tidak ada yang dibawa ke ICU.
Pemerintah belum mengumumkan apakah RUU itu telah secara formal disampaikan ke parlemen sebelum liburan musim panas atau pada September, tapi Menteri Kesehatan, Olivier Veran mengindikasikan dalam sebuah surat kepada direktur rumah sakit dan panti jompo bahwa tenaga kesehatan diberikan waktu sampai September untuk vaksinasi. Jika pada September jumlah tenaga kesehatan dan staf panti jompo yang telah divaksinasi kurang dari 80 persen, pemerintah akan mewajibkan vaksinasi.
Saat ini, kurang dari 60 persen pekerja panti jompo dan kurang dari 64 persen pekerja rumah sakit telah divaksinasi, menurut Alain Fischer, orang penting pemerintah yang menangani vaksinasi.
"Ini jelas tidak cukup," katanya kepada surat kabar mingguan, Sunday Journal (JDD).
“Mereka harus melakukannya untuk melindungi pasien. Ini adalah prinsip tanggung jawab dan memberi contoh.”
Menurut Fischer, undang-undang itu harus berlaku untuk siapa pun yang berhubungan dengan publik. Fischer mengkhawatirkan tingkat vaksinasi yang rendah di seluruh negeri dapat menyebabkan gelombang keempat pandemi di Prancis. Dia juga mengingatkan satu dosis vaksin tidak memberikan perlindungan yang cukup.
Advertisement
Federasi Rumah Sakit Prancis (FHF) mendukung wajib vaksinasi bagi pekerja yang melakukan kontak dengan masyarakat. Synerpa, salah satu federasi utama yang mewakili panti jompo swasta, juga mendukung wajib vaksinasi ini.
Sebanyak 96 profesional kesehatan terkemuka Prancis menandatangani surat terbuka yang menyerukan kepada pemerintah untuk mewajibkan vaksin bagi setiap orang yang bekerja lembaga pencegahan atau perawatan masyarakat negeri atau swasta, termasuk panti jompo, dan orang-orang yang bekerja di bidang profesional yang membuatnya berisiko terkontaminasi atau terpapar virus.
Mereka menulis, pengasuh harus divaksinasikarena merupakan kewajiban etis untuk melindungi orang-orang yang rentan dalam perawatan mereka.
Presiden Komite Etik Konsultatif Nasional, Jean-François Delfraissy, mengatakan kepada radio France Inter, awalnya dia menentang mewajibkan siapa pun untuk divaksinasi tetapi telah berubah pikiran.
Dua pemimpin serikat pekerja terkemuka meminta karyawan dari semua perusahaan untuk divaksinasi.
“Kami dengan sungguh-sungguh meminta karyawan yang tidak terlindungi dari virus untuk divaksinasi tanpa penundaan,” tulis Laurent Berger, sekretaris jenderal CFDT, dan Presiden Medef Goeffroy Roux de Bezieux dalam sebuah artikel yang diterbitkan di JDD Sunday.
Dukungan terhadap langkah tersebut tidak bulat. Salah satu kelompok yang menolak wajib vaksinasi adalah AD-PA, sebuah asosiasi untuk direktur panti jompo.