Kampus di Wuhan Gelar Wisuda Akbar 11.000 Mahasiswa Tanpa Masker

Spanduk besar berwarna merah menyambut belasan ribu mahasiswa di Wuhan untuk upacara wisuda akbar lebih dari setahun setelah kota itu dihantam wabah Covid-19 global pertama.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kampus di Wuhan Gelar Wisuda Akbar 11.000 Mahasiswa Tanpa Masker
Para wisudawan di Central China Normal University di Wuhan tidak memakai masker.. ©AFP

Spanduk besar berwarna merah menyambut belasan ribu mahasiswa di Wuhan untuk upacara wisuda akbar lebih dari setahun setelah kota itu dihantam wabah Covid-19 global pertama.

Para mahasiswa yang memakai jubah berwarna biru dan topi toga duduk secara teratur, tanpa jaga jarak sosial dan tanpa masker, di bawah tanda yang bertuliskan: “Menyambut wisudawan 2020 kembali ke rumah. Kami harap kalian semua memiliki masa depan cerah”.

Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan pada 2019, ibu kota Provinsi Hubei di China tengah, membuat kota dengan penduduk 11 juta itu terkurung dalam lockdown paling ketat di dunia. Berbagai pembatasan tidak diperlonggar sampai April ketika kota itu mulai dibuka kembali setelah 76 hari ditutup, walaupun sekolah masih tetap ditutup lebih lama.

Tahun lalu kota ini juga menggelar wisuda terbatas, para dosen dan mahasiswa Universitas Wuhan yang hadir memakai masker.

Dikutip dari Al Arabiya, Rabu (16/6), jumlah mahasiswa yang hadir dalam wisuda akbar ini sebanyak 11.000. Lebih dari 2.200 mahasiswa pada upacara wisuda hari Minggu itu adalah mahasiswa yang tidak bisa hadir dalam wisudanya tahun lalu karena ketatnya pembatasan virus corona.

China saat ini memberlakukan tindakan pencegahan yang sangat ketat, termasuk memperketat penjagaan perbatasan, karantina, kewajiban mendaftar “kode kesehatan” online, dan berbagai pembatasan perjalanan domestik.

Pada Selasa, tercatat 20 kasus baru, termasuk 18 kasus impor dari luar negeri dan dua wabah lokal di Provinsi Guangdong. Angka kematian resmi yang dilaporkan sebanyak 4.636, mayoritas di Wuhan.

Rekomendasi