Kelompok militant Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) menyampaikan dalam rekaman audio yang didengar Reuters pada Minggu, pemimpin kelompok Islam militan Boko Haram, Abubakar Shekau, tewas. ISWAP merupakan musuh Boko Haram.
Shekau tewas sekitar 18 Mei setelah meledakkan bom ketika dia diburu para pejuang ISWAP menyusul sebuah pertempuran. Hal ini disampaikan seseorang yang mengaku sebagai pemimpin ISWAP, Abu Musab al-Barnawi dalam rekaman tersebut.
“Abubakar Shekau, Tuhan telah mengadilinya dengan mengirimnya ke surga,” kata rekaman tersebut, dikutip dari France 24, Senin (7/6).
Dua orang yang akrab dengan Barnawi mengatakan kepada Reuters, suara dalam rekaman itu merupakan pemimpin ISWAP.
Sebuah laporan intelijen Nigeria yang dibagikan pejabat pemerintah dan peneliti Boko Haram juga mengatakan Shekau telah meninggal.
Bulan lalu, militer Nigeria menyampaikan pihaknya sedang menyelidiki dugaan kematian Shekau, yang juga dilaporkan kantor berita Nigeria dan media asing. Pernyataan audio itu, pertama kali diperoleh media lokal, merupakan konfirmasi pertama ISWAP bahwa musuh beratnya di wilayah Danau Chad itu telah terbunuh.
Menurut pengamat Boko Haram dari Tony Blair Institute for Global Change, Bulama Bukarti, ISIS mengkonsolidasikan seluruh kawasan, wilayah Danau Chad dan markas Boko Haram.
“ISWAP menganggap Shekau sebagai masalah dan dia satu-satunya orang yang ingin mereka singkirkan,” jelasnya mengacu pada upaya ISIS untuk membujuk para komandan dan pejuang Boko Haram untuk berpihak pada mereka.
Pengamat politik menilai, kematian Shekahu bisa mendorong diakhirinya permusuhan mematikan antara dua kelompok tersebut, membuat ISWAP bisa mengambil para pejuang Boko Haram dan mengkonsolidasikan kekuatan mereka di wilayah Nigeria timur laut.
Kematian Shekau juga akan membuat ISWAP memfokuskan perhatian mereka pada pemerintahan dan militer, yang upaya perangnya saat ini tengah mengalami kelesuan.
Advertisement
Tewas bunuh diri
Shekau dilaporkan telah tewas dalam beberapa kesempatan selama 12 tahun terakhir, termasuk dalam sebuah pengumuman oleh militer, namun kemudian muncul dalam sebuah unggahan video.
Dalam rekaman audio tersebut, orang yang mengaku sebagai Barnawi mengatakan anggotanya memburu Shekau atas perintah pemimpin ISIS, dan memerangi pemberontak Boko Haram sampai Shekau melarikan diri.
ISWAP berhasil menangkapnya dan menawarkannya kesempatan untuk bertobat dan bergabung dengan mereka.
“Shekau lebih memilih disiksa di akhirat daripada disiksa di bumi, dan dia bunuh diri seketika itu juga dengan meledakkan bom,” jelasnya.
Boko Haram menjadi berita utama di seluruh dunia saat menculik lebih dari 270 siswi pada 2014 di kota Chibok. Sekitar 100 gadis Chibok masih hilang sampai saat ini, dan beberapa diprediksi meninggal dalam penawanan.
Shekau memimpin transformasi Boko Haram dari sekte Islam bawah tanah pada 2009 menjadi kelompok yang melakukan penyerbuan, pembunuhan, penculikan, dan penjarahan di seluruh Nigeria timur laut.
Kelompok ini telah membunuh lebih dari 30.000 orang, memaksa sekitar 2 juta orang melarikan diri dari rumah mereka.
ISWAP awalnya merupakan bagian Boko Haram sebelum memisahkan diri lima tahun lalu dan berikrar ke ISIS. Perpecahan ini disebabkan ketidaksepakatan ideologi terkait pembunuhan warga sipil oleh Boko Haram, yang ditentang ISWAP.