Pengkritik Kremlin yang dipenjara, Alexei Navalny menyampaikan pada Rabu, Pengadilan HAM Eropa memerintahkan Rusia untuk membebaskannya segera, mengatakan nyawanya terancam.
Dilansir Al Arabiya, Kamis (18/2), salinan perintah itu diunggah Navalny di blognya. Dokumen itu mengatakan perintah pengadilan untuk membebaskannya harus segera dilaksanakan.
Dihubungi AFP, Pengadilan HAM Eropa mengonfirmasi perintah itu dan mengatakan akan segera dipublikasikan.
Pada awal Februari, pengadilan di Rusia menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara kepada Navalny, setelah terbukti melanggar masa pembebasan bersyaratnya, tapi masa hukuman akan dikurangi dengan masa tahanan rumah yang telah dijalani sebelumnya.
Navalny, salah satu pengkritik utama Presiden Vladimir Putin, ditangkap pada 17 Januari sesaat setelah tiba dari Jerman. Dia berada di Jerman sejak pertengahan 2020 untuk menjalani pengobatan setelah diracun dengan racun saraf Novichok.
Dilansir Reuters, Rabu (3/2), sekutu Navalny menyerukan pendukungnya untuk kembali turun ke jalan melakukan unjuk rasa menentang keputusan pengadilan itu di pusat Moskow.
Kuasa hukum Navalny mengatakan politikus oposisi itu akan mengajukan banding atas vonis tersebut.
Sebelumnya terjadi unjuk rasa di berbagai kota di seluruh Rusia, yang salah satu tuntutannya adalah pembebasan Navalny. Lebih dari 5.000 orang ditangkap, salah satunya istri Navalny, walaupun kemudian dibebaskan.