Tanggapi Pemakzulan, Donald Trump Marah dan Merasa Tersisih

Trump secara khusus berang pada Wapresnya, Mike Pence. Saat ini Trump juga menyerang pengacaranya Rudi Giuliani, menginstruksikan kepada ajudannya agar biaya pembelaan hukum terakhir tak dibayarkan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Tanggapi Pemakzulan, Donald Trump Marah dan Merasa Tersisih
Donald Trump. ©2019 AFP Photo

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dimakzulkan untuk kedua kalinya oleh DPR. Dasar pemakzulannya yang kedua ini karena Trump dinilai menghasut pemberontakan di Gedung Parlemen AS atau US Capitol pekan lalu.

Dalam proses pemakzulan di DPR yang diinisiasi Demokrat, sejumlah politikus Republik juga mendukung pemakzulan ini.

Dalam laporan The Washington Post pada Rabu (13/1), sejumlah penasihat dan rekan Trump yang tak disebutkan namanya mengungkapkan, Trump marah dan merasa tersisih karena para mantan koalisinya tak membelanya terkait kerusuhan Capitol pada 6 Januari lalu.

Trump secara khusus berang pada Wapresnya, Mike Pence. Saat ini Trump juga menyerang pengacaranya Rudi Giuliani, menginstruksikan kepada ajudannya agar biaya pembelaan hukum terakhir tak dibayarkan. Menurut para sumber, Trump tak senang dengan permintaan bayaran USD 20.000 atau sekitar Rp 281 juta per hari dari Giulani.

"Presiden sangat kecewa," kata seorang pejabat pemerintah senior, seperti dilansir Sputnik News, Kamis (14/1).

Pejabat ini menekankan, Trump kesal karena inisiatif pemakzulan mendapatkan daya tarik.

Merujuk pada kurangnya upaya melawan pemakzulan kedua, seorang pejabat Trump mengatakan orang-orang hanya "kelelahan".

"Menurut saya ini adalah kesimpulan masuk akal seseorang yang hanya akan menerima orang di lingkaran terdekatnya jika mereka bersedia untuk benar-benar mengorbankan diri atas namanya, dan Anda baru saja mencapai titik di mana semua orang kelelahan," kata seorang pejabat senior administrasi.

"Semua orang berpikir, 'Saya akan mengorbankan diri saya sendiri untuk presiden Amerika Serikat untuk ini, untuk ini dan untuk ini - tetapi saya tidak melakukannya untuk itu.'"

Menurut laporan tersebut, Trump lebih banyak berbicara dengan keluarganya dan kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, wakil kepala staf Gedung Putih Dan Scavino, penasihat kebijakan senior Stephen Miller, dan direktur personil Johnny McEntee.

Menjelang hari-hari terakhirnya di Gedung Putih, Trump tak banyak kegiatan di samping nonton TV dan mengeluhkan sikap anggota Partai Republik yang tidak membelanya. Dia juga dilaporkan kerap mencela jurnalis dari media yang selama ini berpihak padanya seperti kolumnis Wall Street Journal, Kimberley Strassel dan pembawa acara Fox News Channel, Laura Ingraham.

"Dia merasa makin sendiri dan tersisih dan frustrasi," tulis laporan itu.

Trump menyangkal bertanggung jawab atas serangan Capitol US, setelah gedung simbol demokrasi AS itu diserbu pendukung fanatiknya pekan lalu, menyebabkan lima orang tewas. Trump mengklaim dirinya tak menyetujui kekerasan.

Rekomendasi