Parlemen Korea Selatan mengesahkan UU yang mengizinkan artis K-pop yang berada di barisan teratas dan nominasi Grammy Awards seperti boyband BTS menunda wajib militer mereka sampai usia 30.
Semua pria Korea Selatan berbadan sehat usia antara 18 dan 28 tahun harus mengikuti wajib militer sekitar dua tahun sebagai bagian upaya untuk menjaga negara dari Korea Utara.
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (2/12), Korea Selatan mengizinkan mahasiswa yang memenuhi syarat menunda pendaftaran wajib militer sampai usia 28 tahun dan memberikan pengecualian untuk musisi ternama termasuk atlet yang memenangkan medali di Olimpiade dan pertandingan ternama lainnya. Pemain sepakbola Tottenham Hotspur, Son Heung-min juga termasuk yang diberikan pengecualian.
Sampai saat ini, belum ada artis K-pop mendapatkan pengecualian wajib militer tapi dengan UU baru tersebut memastikan para artis yang direkomendasikan Menteri Kebudayaan bisa menunda wajib militer mereka sampai usia 30 tahun.
Anggota tertua BTS, Jin (27), mendekati batas waktu pendaftaran pada saat boyband beranggotakan tujuh orang itu mencatat sejarah bagi dunia K-pop.
Advertisement
Baru-baru ini BTS berada di urutan Nomor 1 lagu terhits di daftar Billboard AS dengan lagu Dynamite dan mendapat nominasi Grammy Award 2021. Lagu baru mereka, Life Goes On, juga menjadi lagu Korea pertama berada di daftar Nomor 1 Billboard.
"Artis pop cenderung membuat pencapaian tertinggi mereka di usia 20-an tetapi banyak dari mereka harus mengejar gelar sarjana untuk menunda tugas (wajib militer) mereka," jelas Jeon Yong-gi, yang ikut menyusun RUU tersebut.
Manajemen BTS, Big Hit Entertainment, tidak menanggapi permintaan komentar terkait perubahan UU ini. Sebelumnya Jin Cs mengatakan mereka akan memenuhi tugas mereka sebagaimana diwajibkan.
"Sebagai orang Korea, itu wajar. Dan suatu hari ketika tugas memanggil, kami akan siap untuk melaksanakan dan melakukan yang terbaik," ujar Jin pada 2019.
Wajib militer adalah masalah yang diperdebatkan di Korea Selatan.
Sebuah jajak pendapat yang dirilis bulan lalu oleh media berita lokal E-Today menunjukkan sekitar 53 persen responden mendukung perlakuan khusus untuk BTS, sementara 47 persen menentangnya.