Demonstran Pendukung Monarki Serukan Parlemen Thailand Tolak Perubahan Konstitusi

Ratusan pendukung monarki Thailand menggelar demonstrasi menggunakan baju kuning di luar parlemen pada hari Selasa. Mereka mengingatkan anggota parlemen untuk menolak perubahan konstitusi seperti yang diminta kelompok protes anti-pemerintah yang meningkat.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Demonstran Pendukung Monarki Serukan Parlemen Thailand Tolak Perubahan Konstitusi
Raja Thailand naik MRT. ©2020 REUTERS/Athit Perawongmetha

Ratusan pendukung monarki Thailand menggelar demonstrasi menggunakan baju kuning di luar parlemen pada hari Selasa. Mereka mengingatkan anggota parlemen untuk menolak perubahan konstitusi seperti yang diminta kelompok protes anti-pemerintah yang meningkat.

Unjuk rasa anti-pemerintah menginginkan pemecatan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dan reformasi untuk mengurangi kekuasaan monarki terus disuarakan para aktivis dari kalangan muda sebulan terakhir.

"Mengubah konstitusi akan mengarah pada penghapusan monarki," kata pemimpin loyalis Warong Dechgitvigrom kepada wartawan, seperti dikutip laman Reuters, Selasa (17/11).

Para Anggota parlemen akan membahas beberapa ajuan proposal terkait konstitusi yang akan diubah. Beberapa di antaranya dapat diubah. Tetapi, kecil kemungkinannya atas perubahan monarki Raja Maha Vajiralongkorn. Dikarenakan hal tersebut harus diperlakukan di bawah konstitusi.

Protes sejak Juli, awalnya menargetkan PM Prayuth dan perubahan konstitusional, tetapi sejak saat itu, para aktivis jadi menyerukan peran raja supaya lebih jelas dalam bertanggung jawaban di bawah konstitusi dan membalikkan perubahan yang di mana raja saat ini dianggap hanya memanfaatkan kekayaan kerajaan dan beberapa unit tentara Thailand.

Halaman
Rekomendasi