Trump Kembali Klaim Menang Pemilu AS, Sebut Dirinya Dicurangi

Pernyataan itu Trump sampaikan ketika perolehan suaranya di Negara Bagian Georgia dan Pennsylvania yang sedang memimpin kini semakin terkejar oleh pesaingnya dari Demokrat, Joe Biden.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Trump Kembali Klaim Menang Pemilu AS, Sebut Dirinya Dicurangi
Donald Trump klaim kemenangan Pilpres AS. ©REUTERS/Carlos Barria

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang juga petahana calon presiden dari Partai Republik hari ini (Kamis malam waktu setempat) kembali mengulang klaim kemenangan dalam pemilu di ruang jumpa pers Gedung Putih. Dia juga menyebut dirinya dicurangi dalam pemilu ini.

"Kalau suara sah dihitung maka saya menang mudah," kata Trump tanpa memberi bukti, seperti dilansir laman CNN, Jumat (6/11). "Kalau suara tidak sah dihitung, berarti mereka mencuri kemenangan dari kami."

Pernyataan itu Trump sampaikan ketika perolehan suaranya di Negara Bagian Georgia dan Pennsylvania yang sedang memimpin kini semakin terkejar oleh pesaingnya dari Demokrat, Joe Biden. Dengan demikian peluang dia meraih suara 270 Electoral Vote kian menipis.

Trump menyebut dia hendak menyerukan penundaan perhitungan "surat suara yang datang belakangan".

"Saya sudah memenangkan banyak negara bagian yang penting, termasuk kemenangan besar," klaim Trump.

Trump sebelumnya tidak muncul di depan publik sejak dia menyampaikan pidato di malam hari pemilihan dengan menyatakan kemenangan.

Dia juga menuduh berbagai lembaga survei sengaja mengumumkan hasil perhitungan suara yang salah kepada publik untuk merugikan pihaknya.

"Mereka (lembaga survei) itu menipu, survei mereka palsu, kami meminta para pemilih kami tetap di rumah," ujar Trump.

Pemilu AS 2020 ini mencatat sejarah partisipasi pemilih terbesar, termasuk suara yang dikirim lewat surat dan ini menguntungkan kubu Demokrat. Trump menyerukan para pendukungnya untuk tidak mencoblos lewat surat.

Rekomendasi