Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Tewaskan 280 Tentara

Wilayah itu menghadapi pertempuran mematikan dalam lebih dari 25 tahun antara etnis Armenia dan pasukan Azeri, Azerbaijan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Tewaskan 280 Tentara
konflik armenia-azerbaijan. ©Reuters

Kementerian Pertahanan Armenia wilayah Nagorno-Karabakh menyampaikan pada Rabu, pihaknya mencatat 40 angka kematian baru anggota militer. Sehingga total angka kematian militer menjadi 280 orang sejak pertempuran dengan pasukan Azeri pecah pada 27 September, seperti dilaporkan kantor berita Interfax.

Wilayah itu menghadapi pertempuran mematikan dalam lebih dari 25 tahun antara etnis Armenia dan pasukan Azeri, Azerbaijan.

Dikutip dari Alarabiya, Rabu (7/10), Presiden Rusia, Vladimir Putin menyerukan pertempuran di wilayah Nagorno-Karabakh dihentikan. Dia menyebut pertempuran itu merupakan sebuah tragedi.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah, Putin mengatakan dia terus menerus berkomunikasi dengan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan membahas konflik ini.

Dia juga menekankan apa yang dia sebut retorika keras anti Rusia dari capres Demokrat AS, Joe Biden, tapi mengatakan dia didorong komentar Biden terkait kontrol senjata.

Putin mengatakan Rusia akan bekerja sama dengan siapapun presiden AS.

Pada akhir September, sedikitnya 24 orang tewas setelah bentrokan mematikan antara dua negara yang menjadi musuh bebuyutan, Armenia dan Azerbaijan, ketika kekerasan teranyar pecah dalam sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama memicu seruan internasional pada Minggu untuk menghentikan pertempuran.

Bentrokan terburuk sejak 2016 telah meningkatkan momok perang baru antara negara bekas saingan Soviet, terkunci sejak awal 1990-an dalam kebuntuan atas wilayah Nagorny Karabakh yang didukung Armenia.

Tujuh belas pejuang separatis Armenia tewas dan lebih dari 100 lainnya cedera dalam pertempuran itu, kata Presiden Karabakh, Arayik Harutyunyan, yang mengakui bahwa pasukannya telah "kehilangan posisi".

Kedua belah pihak juga melaporkan korban sipil.

"Kami lelah dengan ancaman Azerbaijan, kami akan berjuang sampai mati untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya," kata Artak Bagdasaryan (36) kepada AFP di Yerevan, dilansir AFP, Senin (28/9).

Bagdasaryan menambahkan, dia sedang menunggu untuk wajib militer menjadi tentara.

Separatis Karabakh mengatakan seorang perempuan Armenia dan seorang anak tewas, sementara Baku mengatakan satu keluarga Azerbaijan yang terdiri dari lima orang tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh separatis Armenia.

Azerbaijan mengklaim telah merebut gunung strategis di Karabakh yang membantu mengontrol jalur transportasi antara Yerevan dan daerah kantong itu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan mengatakan pasukan pemberontak Karabakh menewaskan "sekitar 200 tentara Azerbaijan dan menghancurkan 30 unit artileri musuh dan 20 pesawat tak berawak".

Rekomendasi