Ribuan orang di China Utara telah didiagnosis dengan infeksi bakteri setelah wabah yang disebabkan oleh kebocoran di sebuah perusahaan biofarmasi tahun lalu.
Hampir 22.000 orang di kota Lanzhou, ibu kota provinsi Gansu telah dites dan sebanyak 3.245 kembali positif brucellosis, kata Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Lanzhou, demikian dikutip dari Sky News, Jumat (18/9).
NHC mengatakan, brucellosis terdeteksi pada November 2019 setelah kebocoran yang terjadi di sebuah perusahaan vakisn di Lanzhou.
“Hal ini disebabkan oleh knalpot yang terkontaminasi dari pabrik vaksin di Lanzhou, akibat penggunaan disinfektan kedaluwarsa dari akhir Juli hingga pertengahan Agustus tahun lalu,” jelas NHC dalam sebuah pernyataan.
Infeksi zoonosis adalah penyakit menular yang menurut situs NHS disebabkan mengonsumsi susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi, atau kontak dengan cairan tubuh hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi.
Gejalanya meliputi suhu badan tinggi, kehilangan nafsu makan, berkeringat, sakit kepala, kelelahan ekstrem, serta nyeri punggung dan sendi.
Advertisement
Staf di Institut Penelitian Hewan Lanzhou, sebuah lembaga Akademi Ilmu Pertanian China di dekat pabrik telah terinfeksi, menurut laporan yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Provinsi Gansu pada akhir Desember.
NHC mengatakan sebagai tanggapan, 11 rumah sakit umum di kota menawarkan “pemeriksaan dan perawatan gratis”. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mengorganisir ahli psikologi medis untuk memberikan ceramah tentang infeksi dan “mengurangi kecemasan masyarakat”.
Izin pabrik untuk memproduksi vaksin brucella dicabut dan departemen produksinya ditutup. Komisi mengatakan siapa pun yang didiagnosis akan mulai menerima kompensasi pada Oktober.
Sinovac, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Beijing saat ini memiliki vaksinnya dalam uji coba tahap dua dengan lebih dari 1.000 sukarelawan yang berpartisipasi.
Perusahaan juga mengatakan sedang dalam pembicaraan awal untuk mengadakan uji coba tahap tiga, yaitu bagian terakhir dari proses uji coba di Inggris.
Seorang pejabat kesehatan di China minggu ini mengatakan negara itu mungkin memiliki vaksi yang siap untuk digunakan publik pada awal November.
China memiliki lebih dari 90.000 kasus virus corona dan 4.736 orang telah meninggal akibat penyakit tersebut.
Reporter Magang: Galya Nge