Bersitegang dengan India, China Kerahkan 10.000 Pasukan Tambahan di Perbatasan Ladakh

Pengerahan tentara tambahan ini membuat pasukan China kini berkekuatan 52.000 personel dengan 150 jet tempur dan rudal permukaan-ke-udara (SAM).

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bersitegang dengan India, China Kerahkan 10.000 Pasukan Tambahan di Perbatasan Ladakh
tentara china. ©Reuters/China Daily

Baik India dan China mengerahkan pasukan di wilayah Himalaya di Ladakh, lokasi kedua negara itu terlibat dalam perselisihan selama lima bulan terakhir. Pengerahan besar artileri dan logistik militer terus berlanjut sementara pembicaraan diplomatik sedang dilakukan untuk meredakan ketegangan.

Karena ketegangan terus meningkat antara dua rival bertenaga nuklir itu, China mengirimkan 10.000 pasukan tambahan sejak sepekan terakhir di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di Ladakh. Demikian dikabarkan sumber pemerintah India di New Delhi.

Pengerahan tentara tambahan ini membuat pasukan China kini berkekuatan 52.000 personel dengan 150 jet tempur dan rudal permukaan-ke-udara (SAM).

Dilansir The Nation, Rabu (16/9), 10.000 pasukan China tersebut dikirim ke pantai selatan Danau Pangong setelah sebelumnya terjadi bentrokan antara militer China dan India belum lama ini.

Perkembangan ini terjadi tak lama setelah menteri pertahanan dan menteri luar negeri kedua negara tersebut sepakat untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di sepanjang perbatasan selama pertemuan mereka di Moskow pada 4 September dan 10 September.

Tentara India menguasai banyak wilayah tinggi di Finger 4 di pantai utara Danau Pangong, sehingga mereka mampu memantau pergerakan militer China.

India juga mengaktifkan seluruh jaringan logistiknya untuk mempersiapkan musim dingin yang panjang dan keras di wilayah tersebut dengan mengirimkan sejumlah besar amunisi, peralatan, bahan bakar, serta persediaan dan makanan musim dingin pada.

Kedua negara harus bersiap menghadapi musim dingin dengan suhu di bawah nol di dataran Himalaya yang keras. India mengirimkan lebih dari 150.000 ton peralatan dan persediaan musim dingin ke wilayah tersebut setiap tahun.

Reporter Magang: Farhan Hafizhan

Rekomendasi