Raja Thailand Maha Vajiralongkorn telah mengembalikan gelar resmi dan pangkat militer kepada selirnya Sineenat Wongvajirapakdi. Keputusan ini hampir setahun setelah dia dituduh tidak setia kepada raja dan menghilang dari pandangan publik.
Pengumuman itu muncul ketika Thailand diguncang oleh protes anti-pemerintah. Salah satu tuntutan demonstran yakni mengekang kekuasaan raja yang baru diperluas, melanggar tabu yang kuat di negara di mana tradisi konservatif menjunjung tinggi raja sebagai semi-ilahi dan tidak boleh dikritik.
Sineenat Wongvajirapakdi (35), pada Oktober 2019 telah dicopot dari gelar Permaisuri Mulia dalam pernyataan istana yang menyebutnya "tidak tahu berterima kasih" dalam melakukan persaingan dengan Ratu Suthida, istri raja.
Namun, sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam Royal Gazette pemerintah pada hari Rabu mengatakan Sineenat "tidak ternoda" dan karena itu berhak atas gelar permaisuri bangsawan kerajaan dan semua jabatan sebelumnya di dalam istana.
"Oleh karena itu, pencabutan gelar kerajaan, posisi resmi dalam melayani mahkota dalam kapasitas militer dan pangkat militer dan penarikan kembali semua deklarasi tidak pernah terjadi," kata pernyataan itu seperti dikutip Reuters.
Perintah tersebut berlaku efektif 28 Agustus. Minggu ini, surat kabar Bild melaporkan dia telah tiba di Jerman, tempat raja Thailand menghabiskan sebagian besar waktunya.
Advertisement
Raja Vajiralongkorn secara resmi dinobatkan sebagai raja konstitusional pada Mei 2019 setelah pertama kali naik takhta menyusul kematian ayahnya pada 2016, yang memerintah selama 70 tahun.
Beberapa hari sebelum penobatannya, raja menikah dengan wakil kepala pengawal pribadinya, Suthida Tidjai, 42, memberinya gelar Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana.
Sineenat Wongvajirapakdi yang bernama asli Niramon Ounprom adalah seorang mantan perawat, perwira, dan anggota istana kerajaan Thailand. Ia diangkat menjadi selir Putra Mahkota Vajiralongkorn dari Thailand, yang memberikannya pangkat dan jabatan militer, termasuk nama kebangsawanan Sineenat Wongvajirapakdi.
Usai Pangeran Vajiralalongkorn naik takhta sebagai Raja Rama X, ia mengangkatnya menjadi Selir Bangsawan Kerajaan-nya, memberikannya gelar kebangsawanan Chao Khun Phra Sineenat Bilaskalayani pada Juli 2019. Sineenat adalah wanita pertama yang menjadi selir raja Thailand dalam nyaris seabad, karena raja-raja sebelumnya mempraktekkan monogami.
Namun, pada Oktober 2019, Raja Rama X mengeluarkan pengumuman kerajaan yang mencabut seluruh jabatan, pangkat dan gelar pemerintahan, militer dan kebangsawanannya serta sebutan-sebutan kerajaan, dengan alasan Sineenat telah bertindak sewenang-wenang terhadap Permaisuri utamanya, Ratu Suthida.