Presiden Belarus yang Sebut Covid-19 Sebagai Psikosis, Mengaku Sembuh Tanpa Gejala

Lukashenko telah berulang kali menepis ancaman yang ditimbulkan oleh Covid-19 dan menolak untuk menutup negaranya.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Presiden Belarus yang Sebut Covid-19 Sebagai Psikosis, Mengaku Sembuh Tanpa Gejala
Presiden Belarus Alexander Lukashenko. ©REUTERS/Vasily Fedosenko

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, mengatakan dia terpapar virus corona tetapi sembuh tanpa menderita gejala apa pun. Demikian seperti diberitakan kantor berita pemerintah Belta.

Lukashenko telah berulang kali menepis ancaman yang ditimbulkan oleh Covid-19 dan menolak untuk menutup negaranya.

"Saya minta maaf atas suara saya, akhir-akhir ini saya harus banyak bicara. Tapi yang paling mengejutkan adalah hari ini Anda melihat seseorang yang berhasil melalui coronavirus berdiri di kakinya," katanya saat berkunjung ke sebuah pangkalan militer, menurut Belta Selasa seperti dilansir CNN.

"Dokter membuat kesimpulan ini kemarin - itu tanpa gejala."

"Seperti yang saya katakan, 97% dari orang-orang kita mengalami penyakit ini tanpa gejala dan terima kasih Tuhan saya telah berhasil masuk ke dalam kelompok orang tanpa gejala ini," tambah Lukashenko, mengutip statistik yang tidak berdasar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS sebenarnya memperkirakan bahwa sekitar 40% orang yang terinfeksi Covid-19 tidak mengalami gejala apa pun.

Lukashenko menambahkan bahwa ia telah hidup melalui virus ini. Sebelumnya di menyebut wabah virus corona sebagai "psikosis" massal dan merekomendasikan agar warga menikmati sauna tradisional atau minum vodka untuk meracuni virus.

Dikutip dari CNN, Rabu (29/7), Lukashenko telah banyak dikritik karena menolak untuk memberlakukan pembatasan ketat terhadap virus corona selama pandemi. Berkuasa sejak 1994, dia tidak membatasi penampilan publiknya selama pandemi dan melanjutkan parade militer tahunan pada bulan Mei. Dia juga terus mengumpulkan pertemuan pemerintah secara langsung dan bermain hoki.

"Lebih baik mati berdiri daripada hidup dengan berlutut," katanya yang tampil dengan peralatan hoki, dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah pada akhir Maret.

Belarus, negara berpenduduk 9,5 juta orang, telah secara resmi melaporkan 67.366 kasus virus corona dan 543 kematian pada hari Selasa, menurut data pelacakan Universitas John Hopkins.

Rekomendasi