Parlemen Malaysia Akan Gelar Pemilihan Kandidat Perdana Menteri Baru Pekan Depan

Parlemen Malaysia akan menyelenggarakan pemungutan suara memilih kandidat perdana menteri pada Senin (2/3) mendatang. Sebelumnya, Mahathir Mohamad secara tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (24/2).

Rita
Oleh Rita - Reporter
Parlemen Malaysia Akan Gelar Pemilihan Kandidat Perdana Menteri Baru Pekan Depan
Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Reuters

Pertarungan menjadi Perdana Menteri Malaysia berikutnya sudah mendekati garis finish. Saat ini calon terkuat masih dipegang Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. Sementara calon terkuat ketiga adalah mantan Menteri Dalam Negeri, Muhyiddin Yassin.

Awal pekan ini, Mahathir Mohamad mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Surat pengunduran dirinya disetujui Raja Malaysia tapi kemudian dia diangkat menjadi perdana menteri sementara.

Mahathir menyampaikan, Parlemen Malaysia akan memilih kandidat perdana menteri pada Senin (2/3). Jika tidak ada kandidat yang mendapatkan dukungan mayoritas, akan diselenggarakan pemilihan cepat.

"Pemilihan akan diselenggarakan pada 2 Maret," kata Mahathir, dikutip dari Asia One, Jumat (28/2).

"Jika (Parlemen) gagal menemukan seseorang dengan (dukungan suara) mayoritas maka kita harus melaksanakan pemilihan cepat," lanjutnya.

Mahathir mengatakan pemilihan perdana menteri diserahkan ke Parlemen setelah Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri'ayatuddin, mengatakan kepadanya tidak ada kandidat yang muncul dengan dukungan yang cukup untuk menjadi perdana menteri. Raja telah mengadakan konsultasi selama dua hari dengan anggota parlemen secara individu.

Negara ini terperosok dalam kekacauan politik sejak Mahathir tiba-tiba mengundurkan diri. Hal ini memicu pergolakan baru dan persaingan antara Mahathir dan Anwar Ibrahim.

Pengunduran diri Mahathir membuat koalisinya dengan Anwar Ibrahim pecah. Koalisi Pakatan Harapan mencetak kemenangan mengejutkan pada Pemilu dua tahun lalu.

Hubungan Anwar dan Mahathir memburuk dan memicu krisis saat ini setelah Mahathir menolak tekanan untuk menetapkan tanggal penyerahan kekuasaan kepada Anwar, seperti yang disepakati menjelang Pemilu 2018.

Reporter Magang : Roy Ridho

Rekomendasi