Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah berada dalam bahaya dan pasukan Uni Eropa bisa jadi juga akan terancam. Hal tersebut disampaikan Rouhani saat rapat kabinet di Teheran pada Rabu (15/1).
"Kami tidak menginginkan kondisi tidak aman di dunia. Kami ingin kalian pergi tapi tidak dengan perang. Kami ingin kalian meninggalkan wilayah ini dengan bijak," tegasnya, seperti dikutip dari Almasdar News, Kamis (16/1).
Rouhani juga mengkritik seruan Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson untuk mengganti perundingan nuklir 2015 dengan sebuah 'kesepakatan Trump' baru.
Pekan lalu, Iran menyerang pangkalan pasukan AS di Irak. Serangan kembali dilancarkan dua hari lalu.
Keberadaan pasukan AS di Irak untuk membantu pertempuran melawan ISIS. Selain itu juga melatih militer Irak.
Advertisement
Menanggapi penembakan pesawat penumpang Ukraina pada 8 Januari, Rouhani menyerukan militer mengambil langkah lanjutan untuk penyelidikan.
"Tak ada yang bisa mempercayai bahwa pesawat penumpang ditargetkan di dekat bandara internasional dalam jalur penerbangan," jelasnya.
"Itu tak pernah terjadi dalam sejarah Iran sebelumnya."
Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, menewaskan semua penumpang dan awak kabin yang berjumlah 176 orang. Awalnya Iran membantah pesawat tersebut jatuh karena tembakan rudal, namun kemudian mengakuinya bahwa pesawat tersebut tak sengaja ditembak dengan rudal karena awalnya dinilai sebagai pesawat musuh.