Iran Desak Semua Pihak, Termasuk AS Terlibat Investigasi Kecelakaan Pesawat Ukraina

Iran mendesak semua pihak terlibat, termasuk perusahaan penerbangan Amerika Boeing, berkontribusi dalam investigasi jatuhnya pesawat penumpang Ukraina di Iran pada Rabu. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 176 orang.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Iran Desak Semua Pihak, Termasuk AS Terlibat Investigasi Kecelakaan Pesawat Ukraina
Pesawat Antonov-12 mendarat darurat di hutan. ©2019 State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS

Iran mendesak semua pihak terlibat, termasuk perusahaan penerbangan Amerika Boeing, berkontribusi dalam investigasi jatuhnya pesawat penumpang Ukraina di Iran pada Rabu. Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran menuju Kiev, Ukraina. Seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 176 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

"Berdasarkan regulasi internasional, perwakilan dari badan penerbangan sipil dari negara di kecelakaan terjadi (Iran), badan penerbangan sipil dari negara yang menerbitkan sertifikat kelaikan terbang (Ukraina), pemilik maskapai (Ukraine International Airlines), perusahaan pembuat pesawat (Boeing Co.), dan pembuat mesin pesawat (CFM International) bisa terlibat dalam proses investigasi. Seorang delegasi dari Ukraina telah berada di Iran. Kami memanggil Boeing Co untuk mengirim perwakilannya untuk berpartisipasi dalam proses membaca data kotak hitam," kata juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (10/1) pagi, dilansir dari laman Press TV.

"Kami juga menyambut baik keterlibatan semua negara yang kehilangan warga negaranya dalam kecelakaan."

Rabiei kemudian membantah klaim Pentagon yang menyatakan rudal telah menembak jatuh pesawat tersebut.

"Tidak ada yang akan bertanggung jawab atas kebohongan besar begitu diketahui bahwa klaim itu palsu."

"Sangat disayangkan bahwa operasi psikologis pemerintah AS, dan mereka yang mendukungnya secara sadar dan tidak sadar, menambah kesedihan pada keluarga korban yang sedang berduka dan mengorbankan mereka untuk tujuan tertentu dengan menyebarkan kekeliruan seperti itu," lanjutnya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Mousavi, mengatakan Iran telah membuka penyelidikan terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut sesuai dengan aturan internasional dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Mousavi menyoroti bahwa Iran telah mengundang Ukraina dan Boeing untuk terlibat dalam penyelidikan. Dia juga mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Republik Islam Iran menyambut baik keterlibatan para pakar dari berbagai negara yang warganya tewas dalam musibah tersebut. Kami juga meminta Perdana Menteri Kanada maupun setiap pemerintah yang berkaitan untuk datang dan menyediakan informasi kepada komite penyelidikan kecelakaan pesawat di Iran," jelasnya.

Berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Press TV pada Kamis malam, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh membantah tudingan pesawat tersebut ditembak jatuh rudal Iran."Dari sudut pandang ilmiah, tidak mungkin rudal menabrak pesawat Ukraina. Pesawat terbakar tiga menit dalam penerbangan, sesuai dengan apa yang telah dilaporkan para saksi dan data yang dikumpulkan dari bagian-bagian pesawat," jelasnya."Pilot mencoba mengembalikan pesawat pada ketinggian 8.000 kaki, tetapi karena kebakaran, pesawat itu jatuh dan meledak," tambahnya."Kita dapat mengatakan bahwa pesawat, mengingat jenis kecelakaan dan upaya pilot untuk mengembalikannya ke bandara Imam Khomeini, tidak meledak di udara. Jadi, tuduhan bahwa itu terkena rudal sama sekali dikesampingkan."

Rekomendasi