Sifat Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat sulit ditebak. Tak seperti para pemimpin dunia pada umumnya, sifat Trump yang tak menentu bisa membahayakan kestabilan Amerika Serikat dan dunia.
Berikut sifat dan psikologi Donald Trump. Beberapa di antaranya disebut ahli kesehatan berbahaya dan tak normal:
Advertisement
Donald Trump menjadi presiden ketiga Amerika Serikat (AS) dalam sejarah yang dimakzulkan DPR, akan berlanjut ke persidangan di Senat yang akan memutuskan apakah dia akan tetap menjabat atau lengser.
DPR mendasari keputusannya pada dua dakwaan dalam pemungutan suara - penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres dalam proses penyelidikan. Hampir semua anggota Demokrat memilih dua dakwaan tersebut dan semua anggota Republik menentang.
Pemakzulan ini berawal dari penyelidikan pemakzulan, yang berpusat pada percakapan telepon Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada bulan Juli lalu. Dalam obrolan itu, Trump meminta Zelensky menyelidiki Joe Biden, bakal capres Demokrat dan anaknya Hunter Biden, yang bekerja di perusahaan migas Ukraina, Burisma.
Advertisement
Koalisi Kesehatan Mental Dunia mengeluarkan pernyataan sebulan setelah mengingatkan Kongres tentang proses pemakzulan yang bisa menyebabkan mental Trump terganggu hingga ke tahap yang membahayakan.
"Kami sudah memperingatkan soal ini beberapa kali. Kongres AS harus bertindak cepat dan tidak menunda waktu lagi," kata kelompok ahli mental dalam pernyataan yang diperoleh The Independent.
Presiden Trump, kata mereka, "secara psikologi dan mental berbahaya dan tidak punya kapasitas". Dia juga menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan orang yang suka mengamuk jika citra dirinya dipertanyakan.
Advertisement
Jurnalis Michael Wolff (64), penulis buku Fire and Fury: Inside the Trump White House, mendeskripsikan sifat Trump yang tidak bisa dimengerti. Wolff ternyata memiliki akses khusus agar bisa memasuki Gedung Putih. Dia bisa mewawancarai lebih dari 200 pertanyaan dengan Trump dan stafnya selama 18 bulan.
Hasilnya, dalam wawancara dengan NBC News, Wolff mengatakan kalau staf Gedung Putih mengaku seperti "melahirkan seorang bayi", karena hadirnya presiden Trump ini.
"Saya akan memberi tahu Anda satu deskripsi yang setiap orang berikan, (deskripsi) setiap orang yang memiliki kesamaan. Mereka semua mengatakan bahwa dia seperti anak kecil dan yang mereka maksud dengan itu adalah dia ingin keinginannya bisa cepat dipuaskan, ini semua tentang dia," kata Wolff, dilansir dari BBC, Minggu (7/1/2018).
Advertisement
Para ahli kesehatan juga menyampaikan pada para pejabat militer agar melakukan serangkaian uji psikologi dalam karirnya. Sementara sang presiden alias pimpinan tertinggi militer dikecualikan dalam syarat itu meski sebetulnya dia adalah orang yang paling harus menjalani serangkaian pemeriksaan psikologi dan jabatannya membuat dia adalah orang dengan tingkat bahaya tertinggi.
Terlebih dengan situasi di Timur Tengah saat ini. Rakyat Amerika sudah tidak bisa lagi menunggu dalam situasi berbahaya semacam ini yang disebabkan orang seorang pemimpin yang bertindak "gegabah, serampangan, ceroboh, dan merusak".
Advertisement
Presiden AS Donald Trump kerap memutuskan keputusan yang ekstrem, seperti dalam kasus konflik dengan Iran. Profesor Bandy Lee dari Universitas Yale yang mengepalai kelompok ahli kesehatan mental, mengatakan kepada the Independent, keputusan Trump untuk merespons demonstrasi di Kedutaan Besar AS di Baghdad dengan melancarkan serangan drone yang menewaskan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani, adalah pilihan paling ekstrem yang dia ambil.