"Kebungkaman Shah Rukh Khan Atas UU Kewarganegaraan India Tak Dapat Diterima"

Tiga aktor Bollywood Muslim; Shah Rukh Khan, Aamir Khan, dan Salman Khan dikritik karena bungkam atas UU Kewarganegaraan baru di India yang memicu unjuk rasa di penjuru negeri.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
"Kebungkaman Shah Rukh Khan Atas UU Kewarganegaraan India Tak Dapat Diterima"
Shah Rukh Khan. © thesp.in

Tiga aktor Bollywood Muslim dikritik karena bungkam atas UU Kewarganegaraan baru di India yang memicu unjuk rasa di penjuru negeri. Sutradara Bollywood ternama menyerukan tiga aktor tersebut yaitu Shah Rukh Khan, Aamir Khan, dan Salman Khan untuk bersuara, karena mereka bisa mempengaruhi jutaan penggemarnya.

UU Amandemen Kewarganegaraan atau CAA yang disahkan pekan lalu memicu kerusuhan di berbagai tempat di India. Setidaknya 25 orang tewas sejak massa turun ke jalan menolak UU baru tersebut, sejumlah pengkritik menilai UU tersebut mendiskriminasi warga Muslim India.

Kekerasan dan amukan badai politik menimbulkan dilema bagi industri film yang didominasi oleh aktor, sutradara dan kru Muslim.

Sejumlah tokoh angkat bicara menentang UU dan kekerasan, beberapa juga ikut demonstrasi di Mumbai, jantung Bollywood. Namun ketiga aktor ternama yang juga Muslim tersebut masih bungkam sampai saat ini.

"Saya benar-benar marah pada siapapun yang tidak bersuara," kata sutradara Anubhav Sinha kepada Reuters, dilansir dari Aljazeera, Rabu (25/12).

Sinha juga dikenal sebagai pengkritik Perdana Menteri Narendra Modi.

"Tiga aktor ini dan penggemarnya penting. Satu kata dari mereka dapat mempengaruhi jutaan," tambah Sinha, yang menyutradarai Shah Rukh Khan dalam film Ra One tahun 2011.

Dia mengatakan tak menjadi masalah apa yang mereka akan sampaikan terkait UU dan kekerasan, asalkan mereka angkat bicara.

"Saya tidak mengatakan mereka harus sepakat dengan saya atau yang lain. Pendapat mereka bisa jadi berlawanan dengan pendapat kami," ujarnya.

Shah Rukh Khan memiliki 40 pengikut di Twitter, sementara Salman Khan memiliki pengikut 38 juta dan Aamir Khan 25 juta.

Tidak satu pun dari tiga aktor tersebut menanggapi permintaan komentar Reuters.

Pelaku industri mengatakan bungkamnya para aktor ternama menunjukkan perbedaan besar Bollywood dengan Hollywood, dimana aktornya kerap angkat bicara dalam isu politik dan mengkritik pemerintah.

"Di Amerika, Trump tidak bisa menggunakan mesin pemerintahnya untuk melawan aktor yang tidak setuju dengannya, tapi di sini, ketakutan itu benar-benar ada," kata pengamat film dan jurnalis, Rajeev Masand kepada Reuters.

Modi kerap tampil bersama para aktor dan pelaku industri film dalam sejumlah acara publik. Industri ini, pada gilirannya, memproduksi film-film yang oleh beberapa kritikus dinilai untuk mendapatkan dukungan politik.

Tiga film dirilis tahun ini berkaitan dengan peran perdana menteri, termasuk film biografi Narendra Modi.

Aktris Sayani Gupta, yang menjadi lawan main Shah Rukh Khan dalam film Fan (2015), pekan lalu me-retweet foto selfie artis Alia Bhatt dan Ranveer Singh bersama Modi dalam sebuah acara. Dia menambahkan pesan, "Waktunya angkat bicara kawan."Perwakilan Ranveer Singh mengatakan tak bersedia berkomentar, sementara juru bicara Alia Bhatt tidak segera menanggapi.Bagi para pengunjuk rasa, terutama yang di Universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi, tempat Shah Rukh Khan berkuliah, kebungkaman Shah Rukh Khan seperti bentuk pengkhianatan."Seseorang seperti dia yang tetap diam tidak dapat diterima," kata mahasiswa sastra Zoya Nadeem Azmi.

Rekomendasi