Wali Kota New York, Amerika Serikat, Bill de Blasio, 58 tahun, kemarin mengumumkan dirinya maju sebagai nominasi calon presiden untuk Partai Demokrat. Dengan pengumuman itu maka de Blasio masuk dalam daftar kandidat Partai Demokrat yang akan menantang Presiden Donald Trump pada Pemilu 2020 nanti.
De Blasio mengumumkan pengajuan dirinya lewat sebuah video yang dibuat oleh tim kampanyenya.
"Ada banyak uang di dunia ini. Ada banyak uang di negeri ini. Hanya saja semua itu dikelola oleh orang yang salah," ujar de Blasio dalam pembukaan videonya, seperti dilansir laman Associated Press, Kamis (16/5).
"Saya maju sebagai kandidat capres karena inilah saatnya kita menempatkan para pekerja lebih dulu dibanding yang lainnya," kata dia.
Dengan pengumuman ini maka de Blasio kini ingin mengambil peran di panggung nasional dan meninggalkan jabatannya sebagai wali kota di kota terbesar di Amerika Serikat.
Ketika dia menjadi wali kota pada 2014, de Blasio tampaknya sudah menjadi sosok yang cukup vokal bagi kubu sayap kiri di Partai Demokrat.
Dalam penampilannya di acara televisi "Good Morning America" de Blasio meminjam salah satu taktik favorit Trump dengan memberi sebutan kepada sang presiden: Con Don atau Penipu.
"Dia adalah seniman penipu. Saya tahu tipuannya, saya tahu rumus dia," kata sang wali kota.
Awal pekan ini de Blasio menggelar jumpa pers di lobi gedung Trump Tower dengan menyebut bangunan pencakar langit milik Trump itu bertanggung jawab atas polusi udara.
Pernyataan itu dibalas oleh Trump dengan sebuah kicauan di Twitter yang menyebut 'de Blasio adalah wali kota terburuk di AS'.
"Dia cuma banyolan, tapi kalau kalian suka pajak yang tinggi dan banyak kriminalitas, maka dia orang yang cocok. Kota New York membencinya," ujar Trump.