Cara-cara Arab Saudi memburu para pembangkang negara

Saudi dikenal ketat mengawasi warganya. Berikut ini cara-cara Saudi memburu para pembangkang negara dikutip dari berbagai sumber:

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Cara-cara Arab Saudi memburu para pembangkang negara
pangeran muhammad bin salman. ©independent

Arab Saudi adalah negara dengan menggunakan sistem politik kerajaan atau monarki. Dalam sistem monarki, tentu saja tidak sebebas negara demokrasi. Tidak bisa sembarangan mengkritik pemerintah.

Saudi juga dikenal ketat mengawasi warganya. Jika ada yang tidak sependapat atau membangkang maka akan ditindak. Berikut ini cara-cara Saudi memburu para pembangkang negara dikutip dari berbagai sumber:

Dalam laporan media Saudi Al-Watan, pemerintah Arab Saudi telah membuat aplikasi pengaduan terkait isi khotbah yang disampaikan para ulama di Saudi. Menurut Menteri Agama Saudi Abdul Latif Al-Sheikh waktu itu, isi khotbah yang disampaikan akan dikaji.

Pemerintah ingin memastikan materi khotbah yang disampaikan tidak disusupi paham ekstremisme dan tidak membahayakan stabilitas negara. Dalam aplikasi, jemaah yang mendengar juga bisa membuat penilaian.

Salah satu sumber dari pemerintahan dan intelijen Saudi mengatakan bahwa ada tim khusus di bawah kendali Pangeran Muhammad bin Salman. Tim khusus ini dinamakan Firqat el-Nemr atau oleh intelijen AS disebut sebagai Tim Harimau (Tiger Squad). Tim ini mereka bentuk setahun lalu.Pasukan yang terdiri dari 50 militer ini ditugaskan untuk memburu dan membunuh para pembangkang Saudi. Misi yang mereka jalankan tak hanya dalam negeri, tapi juga luar negeri. Hebatnya lagi, pasukan ini tak terlihat media, internasional atau politisi.

Untuk meningkatkan keamanan, Saudi juga mengerahkan tentara dunia maya. Tugas mereka adalah memantau setiap pengguna media sosial seperti Twitter untuk menyerang balik para pengkritik negara. Semacam buzzer."Basisnya di Riyadh, ada mata-mata di media sosial seperti Twitter yang digunakan pihak kerajaan untuk memantau pengguna Twitter," demikian dikutip dari New York Times.Kabarnya, pencipta buzzer ini adalah Saud al-Qahtani, penasihat Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Rekomendasi