Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu lagi di musim gugur tahun ini. Undangan itu disampaikan meski banyak pihak menilai KTT keduanya di Helsinki tidak berjalan dengan baik.
"Empat hari setelah bertemu dengan Putin di Helsinki, presiden meminta penasihat keamanan nasional John Bolton untuk menyampaikan undangan kepada pemimpin Rusia," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (20/7).
Pertemuan yang berlangsung pada Senin (16/7) lalu itu hingga kini masih menjadi misteri. Selain Trump, Putin, dan penerjemah tidak ada yang tahu isi pembicaraan selama pertemuan berlangsung. Bahkan, para pejabat tinggi dan anggota parlemen AS juga tidak diberi pengarahan tentang pertemuan itu.
Meski demikian, baik Trump dan Putin sama-sama menyampaikan kesan baik mengenai pertemuan itu. Keduanya bahkan saling memuji satu sama lain. Trump mengatakan bahwa keduanya berdiskusi mengenai kontraterorisme, keamanan Israel, proliferasi nuklir, serangan dunia maya, perdagangan, Ukraina, perdamaian Timur Tengah, dan Korea Utara.
"KTT dengan Rusia sukses besar, kecuali jika dinodai oleh musuh nyata rakyat, yakni berita palsu media," tulis Trump di akun Twitternya.
"KTT kemarin berhasil secara keseluruhan dan mengarah pada beberapa perjanjian yang bermanfaat," ujar Putin di Moskow.
Jika Putin menyambut positif undangan Trump, maka nantinya ini akan menjadi kunjungan bersejarah pemimpin Rusia ke AS. Sebagaimana diketahui, kunjungan resmi yang dilakukan oleh pemimpin Rusia dinilai sebagai sesuatu yang langka.
Kunjungan demikian terakhir kali dilakukan pada Juni 2010 lalu oleh Perdana Menteri Rusia saat itu, Dmitri Medvedev.