Filipina berjanji akan melindungi setiap inci wilayahnya di Laut China Selatan dan menyatakan keprihatinan serius atas kehadiran pembom strategis milik China di wilayah sengketa.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk melindungi setiap inci dari wilayah kami yang memiliki hak kedaulatan," kata Kementerian Luar Negeri Filipina, dikutip dari Russia Today, Senin (21/5).
Jika diperlukan, Filipina akan mengambil tindakan diplomatik untuk melindungi kedaulatannya.
Seorang juru bicara Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa negara itu menyatakan keprihatinan serius atas kehadiran jet tempur China di Laut China Selatan.
"Kami mencatat laporan yang muncul dan kami mengungkapkan keprihatinan serius tentang dampaknya terhadap upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," kata Harry Roque kepada media.
Pembom strategis China Xian H-6, yang dikembangkan atas dasar pesawat Soviet Tupolev Tu-16, telah mendarat dan lepas landas dari pulau-pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan sebagai bagian dari latihan pada minggu lalu.