PBB serukan penyelidikan insiden tentara Israel tembak mati 16 warga Palestina

PBB serukan penyelidikan insiden tentara Israel tembak mati 16 warga Palestina. Dewan Keamanan PBB meminta kedua pihak bertikai untuk menahan diri dan menurunkan ketegangan.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
PBB serukan penyelidikan insiden tentara Israel tembak mati 16 warga Palestina
Bentrok di perbatasan Jalur Gaza-Israel. ©REUTERS

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres kemarin menyerukan agar digelar penyelidikan independen dan transparan atas insiden tewasnya 16 warga Palestina dalam unjuk rasa berujung bentrok dengan tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza kemarin. Peristiwa ini menjadi yang terparah sejak Perang Gaza 2014 lalu.

Dilansir dari laman The Times of Israel, Sabtu (31/3). Dewan Keamanan PBB meminta kedua pihak bertikai untuk menahan diri dan menurunkan ketegangan.

Kuwait mengajukan permohonan agar Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat membahas situasi di Gaza.

Setelah mengadakan rapat, seorang pejabat PBB memperingatkan kekerasan bisa semakin parah dalam beberapa hari mendatang dan mendesak Israel patuh pada hukum internasional.

"Tindakan keras harusnya dilakukan sebagai jalan terakhir dan kematian ini harus diselidiki oleh pihak berwenang," kata Taye-Brook Zerihoun.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan sedikitnya 16 orang Palestina tewas dan lebih dari 1.400 lainnya luka dalam bentrokan itu.

Rapat Dewan Keamanan PBB tadinya digelar tertutup tapi kemudian menjadi rapat dengar pendapat terbuka.

Duta besar Palestina untuk PBB Riyad Mansur mengatakan dia kecewa karena Dewan Keamanan tidak mengutuk peristiwa yang dia sebut pembantaian terhadap para pendemo.

"Kami berharap Dewan Keamanan memikul tanggung jawab dan meredakan situasi yang jelas-jelas mengancam keamanan dan perdamaian internasional," kata Mansur.

"Risiko terjadinya kekerasan yang lebih meluas sungguh nyata. Ada potensi konflik baru di Jalur Gaza," kata perwakilan Prancis.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan untuk berunjuk rasa selama enam pekan dalam peringatan Hari Tanah yang menyebabkan enam orang warga sipil tak bersenjata tewas dibunuh tentara Israel pada 1976.

Demonstrasi enam pekan ini menyerukan agar para pengungsi Palestina bisa kembali ke tanah mereka yang kini sudah dicaplok Israel. Rencananya unjuk rasa ini akan mencapai puncaknya pada Mei mendatang di saat Israel merayakan kemerdekaan ke-70.

Rekomendasi