Pelaku mengaku ledakan di New York balas dendam serangan Israel di Jalur Gaza

Pelaku mengaku ledakan di New York balas dendam serangan Israel di Jalur Gaza. Pria asal Bangladesh ini sebelumnya mengaku merupakan simpatisan ISIS.

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Pelaku mengaku ledakan di New York balas dendam serangan Israel di Jalur Gaza
Teror bom di New York. ©2017 AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Kepolisian wilayah New York menyatakan aksi pengeboman dilakukan Akayed Ullah (27), di jalur kereta bawah dekat pelabuhan Manhattan, terilhami serangan militer Israel di Jalur Gaza. Ullah mengaku aksi dilakukannya bentuk dendam terhadap militer Israel yang menghancurkan terowongan Hamas di Jalur Gaza, akhir pekan lalu waktu setempat.Menurut laporan WNBC, dari keterangan Ullah kepada polisi bawa teror dilakukannya juga terinspirasi ancaman serangan dilakukan ISIS saat perayaan Natal. Pria asal Bangladesh ini sebelumnya mengaku merupakan simpatisan ISIS.Ia sudah tujuh tahun tinggal di kawasan Brooklyn. Ullah juga mengatakan teror bom pipa dilakukannya setelah melihat tayangan gambar liburan di koridor stasiun kereta bawah tanah tersebut.Pelaku sebelumnya juga mengaku belajar merakit bom dari internet. Namun, sumber penegakan hukum yang tidak disebutkan namanya mengatakan itu Ullah tidak memiliki kontak langsung dengan ISIS.Kepala polisi New York James O'Neill mengatakan, bom digunakan pelaku berkekuatan rendah. Pelaku saat ini tengah menjalani perawatan setelah percobaan bom bunuh diri dilakukannya diduga gagal."Alat peledak berteknologi rendah improvisasi yang terpasang di tubuhnya bahwa dia sengaja diledakkan di terowongan," kata James O'Neill seperti dilaporkan WNBC.

Rekomendasi