Kerajaan Arab Saudi Selasa lalu akhirnya mencabut larangan menyetir bagi kaum perempuan. Menurut pengamat ekonomi, pengumuman dari Raja Salman bin Abdulaziz al Saud itu tampaknya akan menghemat pengeluaran rumah tangga rakyat Saudi hingga miliaran dolar sekaligus meningkatkan industri otomotif untuk penjualan mobil serta asuransi dan menarik minat para investor. Langkah ini sesuai dengan ambisi pewaris takhta kerajaan Pangeran Muhammad bin Salman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lewat diversifikasi selain mengandalkan minyak.Dikutip dari laman Haaretz, Kamis (28/9), dengan dicabutnya larangan menyetir bagi perempuan maka kaum hawa diharapkan memasuki lapangan kerja sehingga meningkatkan produktivitas ekonomi.
pangeran muhammad bin salman ©alriyadh.com
Ketika perempuan Saudi sudah dibolehkan mengemudi maka ratusan ribu sopir laki-laki yang biasanya mengantar para tenaga kerja asisten rumah tangga yang kebanyakan dari Asia Tenggara dan Filipina akan kehilangan pekerjaan. Itu artinya mereka akan mengurangi kiriman uang buat keluarga di kampung halaman dan dengan begitu memperkuat neraca pembayaran Saudi dan mengurangi pendapatan negara asalnya.Dicabutnya larangan menyetir ini tentu akan berpengaruh pada gaya hidup jutaan warga Saudi, termasuk sekitar 10 juta perempuan di atas usia 20 tahun, termasuk warga asing dan sekitar 1,4 juta tenaga kerja asing bekerja sebagai sopir rumah tangga."Dengan tidak diperlukannya lagi sopir keluarga maka ini akan meningkatkan pendapatan warga kelas menengah ke bawah," ujar Monica Malik, pakar ekonomi di Abu Dhabi Commercial Bank.Pengamat energi juga menyatakan jika perempuan sudah menyetir maka diprediksi akan ada peningkatan permintaan bahan bakar sebanyak sepuluh persen dari sebelumnya atau sekitar 60 ribu barel per hari untuk kebutuhan domestik. Meski dikenal sebagai negara pengekspor minyak tapi Saudi juga adalah pengimpor bahan bakar.