Dewi Fortuna nampaknya enggan mendekat pada mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. Baru saja dimakzulkan dan terseret kasus korupsi, Park kini dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menelantarkan hewan.
Kelompok pemerhati hak binatang Korsel melaporkannya usai melihat sembilan anjing peliharaannya tak diurus dengan baik di Blue House. Aduan ini disampaikan Aliansi Busan Korea untuk Pencegahan Kekejaman pada Hewan.
Keluhan tersebut diumumkan lewat akun Twitter, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (15/3).
Sembilan anjing berjenis Jindos peliharaan Park merupakan anjing pemburu peranakan asli Korea Selatan. Mereka terkenal akan kesetiaannya.
Jindos berasal dari Pulau Jindo yang terletak di barat daya lepas pantai Semenanjung Korea. Anjing-anjing itu rupanya pemberian tetangga Park.
Para tetangga sekitar rumah Park memberikan sepasang anjing Jindos sebagai hadiah untuknya memulai jabatan di Gedung Biru.
Meski demikian, kabar hewan-hewan itu ditelantarkan dibantah kantor kepresidenan Korea Selatan. Namun mereka membenarkan Park telah meninggalkan hewan itu.
"Dia (Park) meminta Blue House merawat anjing-anjing tersebut dan mencarikan mereka rumah asuh jika diperlukan," ujar juru bicara Gedung Biru, Kim Dong-jo.
Sementara itu, kelompok pemerhati hewan lainnya, Coexistence of Animal Rights on Earth menyatakan kesediaanya merawat sembilan anjing Jindos dan menemukan majikan baru bagi mereka.
"Kami ingin menolong anjing-anjing ini. Mereka tidak akan diadopsi orang yang tidak benar-benar peduli, apalagi berakhir di tempat penampungan anjing," tutur kelompok tersebut lewat sebuah pernyataan.
Park sendiri meninggalkan Gedung Biru pada 12 Maret, usai Mahkamah Konstitusi Korsel mengabulkan permintaan parlemen melengserkannya. Saat ini, presiden perempuan pertama Korsel tersebut tinggal di rumah pribadinya di distrik Gangnam.