Raja Thailand Bhumibol Adulyadej kemarin meninggal dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Siriraj, Bangkok. Sehari sebelumnya istana mengatakan tekanan darah raja turun drastis dan detak jantungnya sangat cepat. Selain itu hatinya juga tidak berfungsi secara normal dan hasil pemeriksaan darah menyatakan dia terkena infeksi."Yang Mulia meninggal dalam damai di Rumah Sakit Siriraj. Meski para dokter sudah mengusahakan yang terbaik tapi kondisinya terus memburuk," kata pernyataan istana, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (13/10).Ketika usianya baru 18 tahun pada 1946 Bhumibol dinobatkan sebagai raja kesembilan dari Dinasti Chakri atau Raja Rama IX.Menurut konstitusi Thailand, raja adalah kepala negara sekaligus panglima tertinggi tentara nasional, namun hanya punya sedikit kekuasaan politik.Dalam kenyataannya, Raja Bhumibol dikenal sebagai sosok paling menonjol di Thailand. Dia menjadi orang yang dianggap bisa menjaga stabilitas. Terbukti ketika dia bisa membuat negara kembali tenang hanya dengan mengucapkan beberapa kata ketika gonjang-ganjing krisis politik pada 1973 dan 1992.Bukan hanya kata-katanya, tapi tindakannya pun membawa pengaruh luas bagi rakyat Thailand. Dia juga sangat dicintai dan dihormati warga. Sebagian kalangan menganggap dia sosok seorang ayah setengah dewa.Bhumibol dilahirkan di Rumah Sakit Mount Auburn di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat pada 5 Desember 1927. Sebetulnya dia tidak ditakdirkan akan menjadi raja, tapi peristiwa pada 1932 mengubah arah hidupnya.Revolusi tak berdarah mengubah Thailand dari bentuk kerajaan monarki absolut menjadi monarki konstitusional. Kekuatan militer kemudian membuat Raja Rama VII lengser dan kekuasaan diturunkan kepada kakak Bhumibol yang berusia sembilan tahun, Ananda.Ketika itu sang ayah sudah meninggal dan keluarga mereka harus tinggal di Swiss, jauh dari hiruk pikuk kegaduhan politik di Thailand. Bhumibol menghabiskan masa kecilnya dengan sang ibu, kakak laki-laki, dan kakak perempuannya. Dia belajar bahasa Prancis, Jerman, dan Latin dan masuk ke kampus bergengsi Universitas Lausanne. Dia suka bermain ski, berlayar, dan main musik. Dia menguasai saksofon, klarinet, piano, dan terompet.
raja bhumibol ©Thai Public Relations Department
Usai Perang Dunia kedua, keluarga mereka pulang ke Thailand sebentar. Sebelum bersiap
Advertisement
berangkat kembali ke Lausanne untuk menyelesaikan kuliah, Raja Ananda tewas karena ditembak. Peristiwa itu membuat dia naik takhta. Si raja muda kembali ke Swiss buat merampungkan kuliah dan mengganti jurusan yang dia ambil menjadi ilmu politik dan hukum, sebagai bekal dia menjadi raja di masa depan.Sebagian besar masa mudanya dihabiskan di luar negeri. Bagi dia, Thailand bahkan terdengar asing."Sewaktu kuliah di Eropa, saya tak pernah menyadari seperti apa negara saya atau bagaimana ikatan emosinya. Sampai akhirnya saya berbincang dengan rakyat, saya baru menyadari rasa cinta itu.""Saya tidak terlalu kangen tanah air ketika itu tapi kemudian saya belajar, tempat saya seharusnya berada di tengah rakyat, rakyat Thailand."Pada 5 Mei 1950, empat tahun setelah kematian kakaknya, Bhumibol resmi dinobatkan sebagai raja.
raja bhumibol ©Thai Public Relations Department
"Kami akan berkuasa dengan kebijaksanaan demi kemaslahatan dan kebahagiaan rakyat Siam," sumpah Bhumibol ketika itu. Selama lebih dari 66 tahun setelah itu dia memegang teguh sumpah itu.Dia menyapa rakyatnya di mana pun. Tanpa lelah dia berkeliling ke daerah pedesaan untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Dia sering terlihat berjalan kaki melintasi bukit, mengunjungi daerah terpencil sambil membawa kamera yang tergantung di lehernya dan sejumlah peta di tangannya. Dia menjadi rajanya wong cilik. Dia berbicara dan mendengar keluh kesah rakyatnya. Dia lalu mempelajari kehidupan rakyat dan segala permasalahannya. Dia membuat catatan tiap kali melakukan itu.
raja bhumibol ©Thai Public Relations Department
Dengan informasi yang didapat dari tangan pertama, dia memberikan solusi kepada rakyat. Hasilnya?
Advertisement
Advertisement
Lebih dari 4000 proyek pembangunan berjalan di masa kepemimpinannya, dari mulai irigasi, konservasi pertanian, pencegahan banjir dan kekeringan, pengendalian narkoba, kesehatan publik dan belajar jarak jauh.
raja bhumibol ©Thai Public Relations Department
Pada 2006, Raja Bhumibol menjadi orang pertama menerima anugerah PBB untuk Penghargaan Pembangunan Manusia Sepanjang Masa.PBB mengatakan usahanya selama ini telah menolong jutaan warga desa tanpa memandang status warganya, baik secara etnis maupun agama.Sebagai raja, dia dilindungi dengan aturan hukum Thailand yang menyatakan siapa pun yang menghina raja akan didakwa dan terancam 15 tahun penjara. Konstitusi Thailand menyatakan 'raja harus dihormati dan tidak boleh dinodai'. Raja Bhumibol sendiri menolak anggapan tradisional yang secara konstitusi melarang penodaan terhadap kerajaan dengan istilah 'raja tak pernah salah.'
raja bhumibol ©Thai Public Relations Department
Pada 2005 saat ulang tahunnya ke-78, dia mengatakan di hadapan rakyatnya, "Sebenarnya saya meyakini 'raja tak pernah salah' adalah penghinaan besar terhadap raja. Kenapa dia tidak boleh salah? Dengan mengatakan begitu, kalian berarti menganggap raja bukan manusia. Raja juga bisa salah. Kalau mengkritik raja dianggap suatu kesalahan, maka saya tidak keberatan dengan kesalahan itu."
Advertisement