Di masjid ini, Paus serukan jangan ada kekerasan atas nama Tuhan

Di masjid ini, Paus serukan jangan ada kekerasan atas nama Tuhan. Paus mengatakan nama Tuhan seharusnya dijunjung tinggi, bukan dinodai dengan kebencian umat manusia. Menurut Paus, nama Tuhan tidak bisa dipakai untuk membenarkan tindakan fundamentalisme, imperialisme, atau kolonialisme.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Di masjid ini, Paus serukan jangan ada kekerasan atas nama Tuhan
paus fransiskus bertemu presiden azerbaijan ilham aliyev. ©AFP

Paus Fransiskus melawat ke sebuah masjid di Azerbaijan kemarin dan menyerukan kepada seluruh pemimpin umat untuk tidak memakai nama Tuhan buat membenarkan fundamentalisme."Dari simbol tempat suci ini, hati yang berduka kembali terjaga: jangan ada lagi kekerasan atas nama Tuhan. Nama-Nya yang mulia harus dijunjung, bukan dinodai sebagai komoditas dalam bentuk kebencian umat manusia," ujar Paus, seperti dilansir situs Arab News, Senin (3/10).Lebih lanjut Paus mengatakan, Tuhan tidak bisa dipakai semata untuk kepentingan pribadi dan keegoisan. Dia tidak bisa dibenarkan dalam bentuk fundamentalisme, imperialisme, atau kolonialisme. Demikian kata Paus kepada seluruh umat muslim, Kristen, Yahudi, dan para penganut agama lain di masjid yang namanya diambil dari mendiang presiden Azerbaijan Heydar Aliyev.Paus sebelumnya sudah sering menyerukan pesan yang sama dalam kunjungannya ke sejumlah masjid saat dia berkeliling dunia.Namun kunjungannya ke Azerbaijan yang dihuni sekitar sembilan juta penduduk dengan mayoritas penganut muslim Syiah ini adalah yang pertama.Saat tiba di Ibu Kota Baku kemarin Paus pertama-tama mengunjungi sebuah gereja modern dan menggelar misa bagi umat Katolik.Sebelum ke masjid itu Paus menemui Presiden Ilham Aliyev yang menggantikan ayahnya pada 2003.

Rekomendasi