Pencarian besar-besaran pesawat milik maskapai Malaysia Airlines MH370 akan segera dihentikan pada awal Agustus mendatang. Pemerintah Malaysia mengaku ikhlas dan menghormati keputusan pemberhentian pesawat yang hilang dua tahun lalu di Samudra Hindia.
"Australia yang memimpin pencarian dan mereka akan menghentikan pencarian. Kami akan menghormati keputusan tersebut," ujar Wakil Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Abdul Aziz Kaprawi, yang dilansir dari stasiun televisi Channel News Asia, Jumat (20/5).
Pihak Australia menyebutkan sudah sejauh 120 km persegi zona pencarian MH370, mereka mengaku tidak akan memperpanjang wilayah pencarian tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Keselamatan Transportasi Australia Martin Dolan.
"Kami memiliki beberapa cara dan kami harap ini yang terbaik. Kami yakin akan mengakhiri pencarian pada akhir Juli atau awal Agustus. Tergantung pada keadaan dan juga cuaca," kata dia.
Menurut dia, semua bergantung pada pemerintah Australia.
"Kemampuan teknis untuk melanjutkan sebenarnya ada, namun sumber daya yang dibutuhkan, ya itu merupakan urusan pemerintah," sambung dia saat diwawancarai koran The Australia.
Dolan mengaku harapan menemukan pesawat berpenumpang 239 orang itu surut. Hal ini terbukti dari 2 tahun pencarian, hanya lima puing yang ditemukan dari pesawat yang jatuh pada 8 Maret 2014 dengan rute Kuala Lumpur-Beijing ini.
"Pada saat yang terburuk, kita tahu daerah yang kita cari tidak akan menghasilkan apa-apa. Tidak ada unsur pesawat lagi di sana. Namun yang terbaik, kita akan berusaha menemukannya," tuturnya.
Sejauh ini sudah lima potong puing MH370 yang ditemukan. Puing-puing yang diyakini bagian dari MH370 ditemukan di Afrika Selatan, Mauritius, Mozambik dan Pulau Reunion.