Siapa yang tak mau masuk surga? Ini pastilah diimpi-impikan manusia selama hidupnya. Mengejar amal dengan berbuat baik, tentunya menjadi ajaran agama agar umat manusia masuk surga.Mungkin Anda aka takjub jika menanyakan apa yang akan dilakukan untuk masuk surga kepada empat orang ini. Mereka memiliki alasan yang membuat Anda geleng-geleng kepala.Mulai dari berbagai kebaikan hingga keburukan mereka anggap bisa membuat mereka masuk surga, tidak peduli mereka kaya atau miskin.Berikut empat orang yang punya keinginan khusus agar bisa masuk surga yang dirangkum merdeka.com:
Advertisement
Seorang pria tak diketahui namanya tiba-tiba menebar segepok uang pecahan 100 Yuan di jalanan. Dia melemparkan uang-uang tersebut ke langit di dekat halte kawasan pusat kota.Saksi mata mengatakan gestur pria tersebut seperti gaya orang di tradisi pemakaman China yang menyebar uang agar orang yang meninggal dunia diterima di surga.Ketika uang disebar, dan si pria penyebar uang itu tidak terlihat lagi batang hidungnya, masyarakat di sekitar halte mulai mengumpulkan uang itu. Bukannya menyimpan untuk mereka sendiri, warga malah berbondong-bondong menyerahkan uang itu ke kantor polisi.Setelah dihitung, total uang yang dihambur-hamburkan di jalan berjumlah lebih dari 11 ribu Yuan (setara Rp 23,1 juta).
Advertisement
Xiong Shuihua, pengusaha sukses yang memiliki bisnis industri baja, dulunya tumbuh di desa Xiongkeng, kota Xinyu, sebelah selatan China. Dia ingat saat remaja, para tetangga sering membantu kehidupan keluarganya. Terutama memberi pinjaman tanpa bunga saat ayah dan ibunya sedang kesulitan keuangan.Sukses menjadi raja bisnis, Shuihua berusaha tak lupa budi baik tetangganya. Dia membagi-bagikan rumah mewah kepada seluruh warga di desa tempat ia tumbuh. Dia sedih melihat mereka sebagian masih hidup miskin, sehingga perlu memperoleh rumah yang layak.Tak cuma membagikan rumah mewah, perusahaan Shuihua sekaligus menyediakan makanan mewah pada para lansia tiga kali sehari. Hal ini dia lakukan untuk membahagiakan para tetangga masa kecilnya agar bisa hidup tenang nantinya."Aku mengumpulkan banyak uang hingga aku tahu aku akan melakukan hal ini (memberikan rumah), dan aku tidak akan lupa aku berasal dari mana," ujarnya.Ada 72 keluarga yang tinggal di desa tersebut. Mereka semua hidup dalam keadaan yang memprihatinkan dan dengan jalan masih berupa tanah berlumpur.Shuihua mengatakan dirinya inginn membayar utang masa lalu, sekaligus memastikan orang-orang yang membantu keluarganya dan dirinya semasa kecil mendapatkan kembali uang mereka yang dulu dipinjamnya.
Advertisement
Aborsi merupakan perbuatan yang dilarang agama, apalagi kalau aborsi dilakukan agar aib tidak diketahui orang banyak. Seorang remaja di Alabama, Amerika Serikat, malah mengatakan aborsi bakal membuat dia masuk surga."Saya akan ke surga," katanya kepada kamera sesaat setelah melakukan aborsi.Remaja yang dirahasiakan namanya ini baru saja menjalani proses melahirkan secara paksa atau aborsi. Dia sengaja menggugurkan kandungannya agar kehamilannya tidak diketahui.
Advertisement
Jan Muhammad, seorang dokter asal Quetta, Pakistan, mengatakan ingin mempunyai seratus anak supaya dia bisa masuk surga. Pria 43 tahun itu saat ini sudah memiliki 35 anak dari tiga istrinya. Kini Jan siap menikah yang keempat kalinya supaya bisa punya anak lebih banyak."Saya ingin punya seratus anak, seperti yang disabdakan nabi, mereka yang punya pengikut Islam banyak tidak akan masuk neraka," kata dia kepada koran Pakistan Dawn, seperti dilansir situs Odditycentral, Selasa (29/3)."Dengan ridha Allah, anak-anak saya akan membantu saya masuk surga."Saat ini Jan memiliki tiga istri: Bibi Naz Gul, 32 tahun, Noor Bibi,m 28 tahun, dan hayat Bibi, 25 tahun, yang sudah memberinya 14 anak laki-laki dan 21 anak perempuan. Dua bayi Jan baru lahir beberapa pekan lalu dari dua istrinya. Meski begitu Jan mengatakan dia siap menikah lagi."Makin besar keluarga makin baik," kata dia. "Semoga saya menemukan istri keempat yang bisa segera dinikahi."Seluruh anak Jan tinggal di sebuah rumah yang punya 12 kamar dan dibangun di atas tanah seluas 4.000 meter persegi. Jan praktik dokter di Quetta dan mendapat gaji USD 955 sebulan. Dengan uang sebesar itu dia menafkahi keluarganya.
Â