Pelaku Bom bunuh diri di Belgia kakak-adik bernama el-Bakraoui

Khalid dan Brahim punya kaitan dengan pelaku teror Paris. Satu pelaku yang kabur dari bandara masih diburu

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Pelaku Bom bunuh diri di Belgia kakak-adik bernama el-Bakraoui
CCTV rekam Tersangka Teror Belgia. ©2016 Merdeka.com/AFP/Belgian Federal Police

Dua pelaku peledakan bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Ibu Kota Brussels, Belgia, sudah diketahui identitasnya. Adalah dua bersaudara el-Bakraoui, Khalid dan Brahim yang disebut sebagai pelaku bom. Mereka punya kaitan dengan pelaku teror Paris, Salah Abdeslam, yang dicokok polisi beberapa hari lalu.

RTBF mengungkapkan polisi sudah mengumumkan dua nama itu sebagai pelaku. Sementara itu dilansir dari BBC, Selasa (23/3), orang ketiga yang menjadi pelaku di bandara masih dicari.

Sebelumnya, Kepolisian Federal Belgia telah menyebar rekaman CCTV yang menunjukkan wajah terduga pelaku teror bom di Bandar Udara Internasional Zaventem, Ibu Kota Brussels. Sementara satu pelaku lain yang ikut meledakkan diri di stasiun kereta Maalbeek belum diumumkan foto wajah maupun identitasnya.

Dari rekaman kamera pengintai bandara ini nampak tiga orang berwajah Arab bergerak mencurigakan di lobi bandara, mendorong troli, dan tidak bercakap-cakap satu sama lain. Di troli itu terdapat sebuah koper hitam berukuran cukup besar.

Polisi menduga satu orang di rombongan itu, tepatnya yang berjaket putih dan bertopi hitam, kabur karena bukan eksekutor bom bunuh diri. Sedangkan dua lainnya dipastikan sudah tewas, dalam rekaman terlihat memakai baju hitam untuk menyembunyikan rompi bahan peledak di baliknya.

Surat kabar La Libre mengutip sumber kepolisian menyatakan dua pelaku berbaju hitam sama-sama menggunakan sarung tangan sebelah. Sarung di tangan kiri itu diduga dipakai untuk menyembunyikan alat detonator.

Kepala Kepolisian Bandara Zaventem, Francis Vermeiren, mengatakan ketiga pelaku datang ke area bandara naik taksi. Pelaku bertopi seharusnya ikut mati. Kemungkinan dia bertugas menembaki calon penumpang pesawat di bandara itu, sebelum ikut meledakkan diri.

"Tapi sepertinya dia panik lalu kabur ketika bomnya tidak meledak," kata Vermeiren.

Dua ledakan di Bandara Zaventem dan stasiun kereta Maalbeek menewaskan setidaknya 34 jiwa, sementara lebih dari 250 orang terluka. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom beruntun tersebut.

Untuk mengenang insiden ini, negara yang kesohor sebagai penghasil coklat paling lezat sejagat itu menetapkantiga hari masa berkabung.


Rekomendasi