Polisi Prancis kembali menemukan jenazah ketiga di apartemen Saint Denis, Paris. Tempat tersebut digerebek polisi pada Rabu kemarin.
"Tubuh ketiga masih diidentifikasi," ungkap pihak kejaksaan seperti dilansir dari BBC, Sabtu (21/11).
Kejaksaan setempat beberapa hari lalu juga mengungkapkan penemuan jenazah, yang diduga otak Teror Paris, Abdelhamid Abaaoud, serta seorang wanita yang diketahui Hasna Aitboulacen.
Menteri Uni Eropa sendiri memutuskan untuk memperketat keamanan serta pemeriksaan pada semua orang yang masuk ke Eropa. Hal ini dilakukan guna mengurangi resiko adanya tindakan terorisme terjadi di wilayah tersebut.
Pasalnya, kelompok teror yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam video terbaru mereka mengatakan akan melakukan tindakan teror lanjutan di Ibu Kota Roma, Italia.
Saat ini, pemeriksaan dilakukan kepada warga non-Eropa di perbatasan eksternal Uni Eropa. Namun, kini Uni Eropa akan memperpanjang pemeriksaan database mereka bagi warga negara Uni Eropa sekalipun.
Teror Paris yang terjadi pada Jumat pekan lalu, menewaskan setidaknya 129 warga. Penyerangan terjadi di tujuh tempat berbeda, namun paling parah di Gedung Konser Bataclan, di mana banyak anak muda tengah menyaksikan konser kala itu.