Serangan jet tempur Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Kota Saada, Yaman, menghantam rumah sakit darurat yang dikelola Lembaga Dokter Lintas Batas (MSF). Insinden dua hari lalu tersebut menyebabkan staf RS dan beberapa pasien luka, kendati tidak ada korban jiwa.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan Saudi yang tidak memantau keberadaan fasilitas medis darurat. "Kami mengutuk serangan yang dipimpin Koalisi Saudi terhadap rumah sakit MSF di Hayadeen," kata Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (28/10).
Diperkirakan 20 orang berada di bangunan RS ini, ketika rudal jet tempur Saudi menghantam beberapa kali. Nyaris seluruh bangunan hancur.
PBB berharap lembaga independen dapat ditugaskan menginvestigasi serangan tersebut.
Saada disebut-sebut basis pemberontak Houthi. Serangan awal pekan ini adalah lanjutan upaya Saudi selama enam bulan terakhir buat menyingkirkan para pemberontak faksi Syiah itu yang sebelumnya menggulingkan Presiden Abdurabuh Mansyur Hadi.
Lembaga hak asasi Amnesty International mengatakan serangan jet tempur Saudi tidak sesuai norma internasional. Militer Koalisi Arab seharusnya sudah memetakan mana saja bangunan yang penting bagi sipil di lokasi konflik, misalnya rumah sakit, sekolah, dan perumahan.
"Ini adalah insiden menyedihkan kesekian kalinya bagi warga sipil di daerah konflik," kata Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah, Phillip Luther.
Serangan udara Koalisi Arab di Yaman sejauh ini menewaskan nyaris 5 ribu orang, separuhnya warga sipil. Akibat peperangan antara pemberontak dan pendukung Presiden Mansyur Hadi, 80 persen penduduk Yaman butuh bantuan kemanusiaan.
Adapun insiden di Saada adalah serangan kedua kalinya terhadap bangunan RS dikelola MSF. Lembaga berpusat di Kota Jenewa, Swiss, ini belum lama jadi korban serangan militer Amerika Serikat.
Pada 7 Oktober lalu, RS yang dikelola MSF di Kota Kunduz, Afghanistan, diserang jet tempur jenis AC-130 dari Angkatan Udara AS. Serangan tersebut menewaskan 22 orang, sekaligus melukai 37 lainnya, termasuk para relawan dokter dan perawat.
Militer AS meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab penuh karena menyerang rumah sakit para relawan. Ganti rugi materiil akan diberikan pada MSF. "Kami berupaya agar kesalahan serupa tidak terulang," kata Pemimpin Militer AS di Afghanistan, Jenderal John Campbell.