Otoritas Afghanistan pagi ini, Selasa (27/10), melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa guncang utara Afghanistan, Pakistan dan India mencapai 229 jiwa serta ratusan korban luka. Sebanyak 154 korban ditemukan tewas di Pakistan, 74 di antaranya tewas di timur laut Afghanistan, sedangkan seorang lagi di India, seperti dilaporkan CNN.
Runtuhnya bangunan membuat penduduk panik dan lari berhamburan. 12 siswa perempuan tewas akibat terinjak-injak lantaran panik ingin keluar gedung. Sementara itu, 42 siswa perempuan lainnya cedera dan dibawa ke rumah sakit di Provinsi Taluqan.
"Pelajar wanita tersebut berusia antara 10 dan 15 tahun," ujar juru bicara kepolisian setempat, Abdul Khalil Asir.
Koran the Washington Post juga melaporkan, bila insiden tersebut terjadi bukan karena tertimpa bangunan melainkan akibat saling injak.
"Mereka tewas bukan karena tertimpa tembok atau dinding roboh, tapi saling injak saat mencoba keluar ruangan," kata Muhammad Daud, polisi senior di Takhar.
Diketahui gempa ini hampir serupa dengan peristiwa yang terjadi di 10 tahun lalu. Bedanya, pusat gempa kali ini berada jauh di dasar bumi, pada 223 kilometer di bawah permukaan tanah.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat menyatakan gempa berkekuatan 7,7 skala richter ini berpusat di pegunungan Hindu Kush, Provinsi Badakhshan, berbatasan dengan Pakistan, Tajikistan, dan China.